Keberadaan Bendi di Gorontalo, Memprihatinkan

  • Whatsapp
Burhan bersama bendinya yang lagi asyik menunggu penumpang di depan Citimall Gorontalo, Minggu (21/04/2019). (Foto - Efendi 60dtk.com)

60DTK-GORONTALO – Berkembangnya zaman dan teknologi dari tahun ke tahun, tentu memberikan pengaruh dan perubahan besar bagi suatu daerah. Begitu pun untuk Provinsi Gorontalo.

Perkembangan teknologi membuat kita semakin mudah untuk melakukan apa saja, mulai dari hal kecil seperti saling berkomunikasi hingga yang berkenaan dengan transportasi. Hal ini membuat semakin kurangnya minat kita untuk sekadar menggunakan transportasi tradisional, yang notabenenya sedikit ribet dibandingkan transportasi moderen saat ini, seperti bentor, apalagi bendi.

Baca juga : Pemprov Gorontalo Apresiasi Kehadiran Grab Bentor

Bendi. Siapa yang tak kenal dengan alat transportasi tradisional yang satu ini? Sudah ada sejak zaman sembilan puluhan tahun yang lalu, bendi bahkan pernah menjadi moda transportasi utama masyarakat Gorontalo, selain becak.

Hingga saat ini, bendi di Gorontalo masih tetap ada walaupun tak seindah dulu. Hadirnya berbagai alat transportasi moderen, tak membuat para penarik bendi putus asa untuk peroleh rezeki dengan bendinya.

Salah seorang penarik Bendi, Burhan Adam sempat menceritakan sedikit keberadaan bendi di Gorontalo. Ia pun mengakui, memang di zaman saat ini, tak banyak lagi peminat bendi.

“Yahh begitulah, ini kan zaman yang canggih, buat apa lagi masyarakat suka naik transportasi seperti bendi ini, kan,” ungkapnya lalu tertawa.

Ia menganggap, bahwa seiring berkembangnya zaman, bendi ini akan mulai punah.

“Nanti lihat saja, mungki di tahun – tahun yang akan datang bendi ini akan hilang dengan sendirinya,” ucap Burhan.

Namun Ia melanjutkan, semaju apapun, seharusnya keberadaan bendi di Gorontalo tetap diperhatikan juga.

“Pendapatan kami ini tak seberapa, itu juga penumpang hanya beberapa orang dalam sehari. Kita juga perlu diperhatikan, apa lagi bendi ini kan salah satu alat transportasi yang unik. Selain itu, kami juga tak bisa lakukan apa – apa lagi selain jadi penarik bendi ini,” tukasnya lagi – lagi masih dengan tawanya yang khas.

 

Pewarta : Moh. Effendi
Editor : Nikhen Mokoginta

Pos terkait