60DTK.COM – Komisi I DPRD mendorong Dinas Kominfo dan Statistik untuk menambah anggaran bagi Komisi Informasi Provinsi (KIP) dan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID).
Dua lembaga yang dibentuk berdasarkan undang-undang itu dinilai tidak layak bila hanya mendapat anggaran operasional Rp100 jutaan per tahun.
Dorongan tersebut disampaikan dalam rapat kerja Komisi I DPRD dengan Dinas Kominfo dan Statistik, Senin (11/5/2026).
Komisi I menaruh harapan besar pada Mohamad Trizal Entengo sebagai Kadis Kominfotik yang baru agar lebih terbuka dan komunikatif dengan semua pihak.
Keterbatasan anggaran diyakini dapat dikomunikasikan sehingga eksistensi KPID dan KIP tetap terjaga.
“Insyaallah di masa pak kadis bisa mencarikan solusi. KIP dan KPID dari tahun tahun kemarin agak dipersulit anggarannya. Masa kok KIP dengan KPID 100 juta,” kata anggota Komisi I Fikram Salilama.
Hal senada disampaikan anggota Komisi I Ramdan Liputo. Ia mengusulkan agar persoalan kekurangan anggaran KPID dan KIP ditindaklanjuti melalui mekanisme resmi DPRD.
“Kalau bisa Pak Ketua, rapat hari ini kita bikinkan notulensi. Kita menyurat ke pimpinan dewan untuk bisa dibahas di Badan Anggaran,” kata Ramdan.
Di sisi lain, Kadis Kominfotik Trizal Entengo menyambut positif rapat perdananya bersama Komisi I. Meski baru empat hari menjabat, ia menegaskan akan memetakan seluruh persoalan untuk dicarikan solusi terbaik bagi semua pihak.
“Saya baru sekitar empat hari jadi kadis pak, tapi saya sudah saya coba inventarisir semua masalah untuk dicarikan solusinya. Saya syukuri adalah Komisi I sangat mendukung agar KPID dan KIP ini bisa semakin baik ke depan,” jelas Trizal.
Rapat Komisi I dengan Dinas Kominfotik turut dihadiri Komisioner KPID dan KIP. Pada rapat tersebut, Kadis Trizal didampingi Kabid Pengelola Informasi dan Saluran Komunikasi Publik (PISKP) Leisyawati Ali. (adv)






