Kunjungi Kementerian Lingkungan Hidup, Marten Paparkan Masalah Sampah Kota Gorontalo

  • Whatsapp
Wali Kota Gorontalo, Marten Taha didampingi Ketua DPRD Kota Gorontalo, Hardi Sidiki, serta beberapa orang jajaran pemerintah berdiskusi dengan jajaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI, Senin (22/08/2022). (Foto: Humas Pemkot Gorontalo)

60DTK, Jakarta – Wali Kota Gorontalo, Marten Taha didampingi Ketua DPRD Kota Gorontalo, Hardi Sidiki, serta beberapa orang jajaran pemerintah mengunjungi kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI, Senin (22/08/2022).

Kedatangan Marten kali ini tidak lain untuk melakukan konsultasi terkait program dan kebijakan, termasuk masalah penanganan sampah di wilayah Kota Gorontalo yang sampai hari ini masih menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah.

Bacaan Lainnya

“Produksi sampah di Kota Gorontalo setiap tahun kurang lebih 51 ribu ton. Rata-rata sekitar 130 sampai 141 ton per hari,” ungkap Marten Taha.

Soal penanganan sampah tersebut, Pemerintah Kota Gorontalo sudah melakukan berbagai upaya. Tidak hanya membentuk peraturan daerah (perda) tentang pengelolaan sampah, tapi juga menerbitkan peraturan wali kota (perwako) tentang kebijakan dan strategi Kota Gorontalo dalam pengelolaan sampah.

Selain itu, mereka telah berusaha memaksimalkan pengolahan sampah di beberapa bank sampah, termasuk membangun dan mengoperasikan sepuluh tempat pengolahan sampah reduce reuse recycle (TPS3R) yang tersebar di seluruh kecamatan.

“Tapi pengurangannya itu di tahun 2021 lalu baru 23 persen. Sehingga kami harus melakukan penanganan maksimal dengan membuang sampah ke TPA, itu kurang lebih 70,19 persen,” aku Marten.

“TPA yang kita manfaatkan itu regional, karena kami mau buat TPA sudah tidak ada lagi ruang. Jaraknya itu kira-kira 12 kilometer dari pusat kota, dimanfaatkan oleh tiga daerah,” tambahnya.

Sejauh ini, Marten menilai pihaknya masih kekurangan sarana dan prasarana penunjang berupa truk dan gerobak motor pengangkut sampah. Karena hal ini, pemerintah cukup kesulitan mengingat produksi sampah di Kota Gorontalo hampir setiap tahun terus mengalami peningkatan.

“Sarana dan prasarana ini belum mampu kami tambah karena kita meningkatkan upah para pengelola atau tenaga kebersihan yang jumlahnya sekitar 315 orang. Setiap tahun rata-rata kita alokasikan APBD untuk Dinas Lingkungan Hidup sekitar 7 sampai 8 miliar,” jelasnya.

Dengan kondisi yang ada, kata Marten, sejauh ini pihaknya baru bisa melakukan pengangkutan sampah di 47 dari 79 kilometer persegi total luas wilayah Kota Gorontalo.

“Luas daerah pelayanan terhadap luas daerah perkotaan 59 persen. Jumlah penduduk yang terlayani, dari total 200 ribu sekian, kurang lebih baru 175 ribu atau hampir 90 persen yang terlayani,” tandasnya. (adv)

 

Pewarta: Andrianto Sanga

Pos terkait