Lega Dapat Nomor Urut 1, Paslon Henry-Yasin Ajak Jangan Ada Black Campaign

60DTK, Blitar – Setelah mendapat nomor urut 1, pasangan Henry Pradipta Anwar dan Yasin Hermanto, merasa lega. Karena sesuai keinginan, baik dari Paslon maupun tim suksesnya.

Hal ini diungkapkan calon Wali Kota Blitar, Henry Pradipta Anwar usai mengikuti Rapat Pleno Tertutup Pengundian dan Penetapan Nomor Urut Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Blitar, untuk periode 2021- 2025, yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Blitar di Hotel Puri Perdana, Kamis (24/9/2020).

“Kemarin sebelum pengundian, kami berdua melaksanakan sholat hajat, yang pada intinya meminta untuk mendapat nomer urut satu, dan Alhamdulillah di kabulkan,” ujar Henry kepada wartawan.

Terkait strategi pemenangan, Henry menjelaskan, bahwa apa yang telah ditetapkan di dalam peraturan KPU tentang tahapan kampanye yang dilakukan tidak dengan rapat umum, akan tetapi melalui dalam jaringan (Daring), pihaknya mengatakan itu tidak menjadi masalah.

“Memang dari awal pasangan Henry-Yasin ini taat aturan. Strategi kita ya, face to face dan online,” tutur Henry, anak dari mantan Wali Kota Blitar, Samanhudi Anwar, tegas.

Baca Juga: Paslon Yang Pakai Sponsor, Akan Terbelenggu Jika Menang

Sementara itu, Yoppy Tirta salah satu anggota tim pemenangan Henry-Yasin di temui terpisah mengatakan, bahwasanya dari tahap demi tahap pihaknya sudah melakukan tahapan yang ditentukan oleh KPU, sehingga dirinya dan bersama timnya merasa bersyukur apa yang telah dilalui sampai saat ini.

“Sehingga, Alhamdulillah, serta puji tuhan kita mendapat nomer urut 1. Mudah-mudahan dengan nomer urut ini bisa menghantar Henry-Yasin menjadi AG 1, sesuai nomor urutnya,” tegasnya.

Baca Juga: Maju Pilkada Hanya Modal Uang, Mending Mundur

Selanjutnya Yoppy berharap, dengan mendapatkan nomer urut 1, itu dapat menjadikan di hati masyarakat Kota Blitar, sekaligus memilihnya untuk menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Blitar periode 2021-2025.

Selain itu, pihaknya juga  mengajak kepada konstentan Pilwako Blitar untuk tidak melaksanakan kampanye-kampanye yang sifatnya black campaign yang menyudutkan salah satu Paslon. Sehingga pelaksanaan Pilkada 2020 ini berjalan lancar, aman dan sehat.

“Seperti black campaign yang menyebabkan ketidakrukunan antar warga masyarakat Kota Blitar atau antar pendukung,” pungkas Yoppy.

 

 

Pewarta: Achmad Zunaidi