MABA UNG 2019 Dibentengi dari Bahaya Penyakit HIV-AIDS

  • Whatsapp
Ketua Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi (KPAP) Gorontalo Idah Syahidah didampingi salah satu penderita ODHA (Orang Dalam HIV/AIDS) saat memberikan materi sosialisasi tentang HIV-AIDS bagi mahasiswa baru, Kamis (22/8/2019) di Auditorium UNG. Foto: Andika/Humas

60DTK- Gorontalo: Penyebaran virus mematikan Human Immunodeficiency Virus (HIV) / Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS) saat ini sudah merebak di seluruh kalangan masyarakat baik pelajar maupun mahasiswa.

BACA: Di Gorontalo, Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS Sentuh Masyarakat Kepulauan

Untuk menekan angka tersebut, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) bekerjasama dengan Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi (KPAP) Gorontalo melakukan sosialisasi tentang HIV-AIDS bagi mahasiswa baru, Kamis (22/08) di Auditorium UNG.

“Berdasarkan hasil validasi data, kasus HIV AIDS di Provinsi Gorontalo periode Maret 2019  sudah mencapai 494 kasus. Dimana dari jumlah kasus yg ditemukan, pelajar dan mahasiswa menduduki urutan pertama dengan jumlah penemuan kasus tertinggi. Jika di klasifikasikan berdasarkan umur, usia kalian sekitar 15 – 24 tahun menjadi yang tertinggi”, kata Idah Syahidah saat memberikan sosialisasi.

BACA: Gorontalo Darurat LGBT, AIDS Dan Narkoba

Lebih lanjut Ketua TP.PKK Provinsi Gorontalo itu menambahkan, berbagai program terus digiatkan untuk memerangi virus mematikan itu. Di antaranya dengan membuat Peraturan Daerah No. 5 tentang Pencegahan dan Penanggulangan HIV-AIDS serta melaksanakan sosialisasi pada populasi beresiko dan populasi umum.

“Selain melakukan sosialisasi hampir keseluruh sekolah yang ada di Gorontalo, serta upaya lain yang melibatkan tokoh agama dan tokoh masyarakat. Kami dari KPA juga rutin melakukan penyebaran informasi dengan memanfaatkan media massa dan jejaring sosial untuk pusat informasi AIDS daerah”, tandasnya.

BACA: Sosialisasikan Penanggulangan HIV/AIDS, KPA Gorontalo Gelar Media Gethering

Menurut data WHO, hingga saat ini sudah sekitar 36 juta orang penderita HIV/Aids di dunia, untuk Indonesia sendiri kurang lebih 360 ribu penderita. Sedangkan Gorontalo, 494 penderita dengan angka tertinggi di dominasi oleh kaum laki – laki 373 penderita, yang faktor utamanya didasari oleh kaum Lelaki Suka Lelaki (LSL). (rls/adv)

Pos terkait