Gorontalo Darurat LGBT, AIDS dan Narkoba

60DTK – GORONTALO – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Gorontalo terus menyosialisasikan bahaya HIV/AIDS dikalangan pelajar SMA/SMK se Provinsi Gorontalo.

Jika sebelumnya sosialisasi yang dilakukan hanya mengenai bahaya HIV/AIDS, tetapi kali ini sosialisasi yang dilakukan di SMA Negei 1 Tapa, Kabupaten Bone Bolango, KPA turut menyosialisasikan tentang bahaya Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT), Kamis (18/7/2019).

“Sosialisasi ini selalu menjadi penting karena dihadapan kita Indonesia yang sudah 73 tahun merdeka, akan tetapi penjajah yang merusak masa depan anak bangsa masih saja kita temui. Contohnya yah sekarang ini banyak yang mengidap penyakit HIV AIDS tidak bisa dipungkiri itu karena adanya pergaulan bebas diusia remaja seperti kalian,” kata Ketua Tim Asistensi KPAP Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie

BACA JUGA : Dijuluki Bapak Pembangunan, Ini Sederet Prestasi Rusli Habibie

Idah Syahidah memaparkan, di Gorontalo komunitas LGBT sudah semakin banyak ditemukan, khususnya untuk kaum LSL atau lelaki suka lelaki.

Kelainan seks ini menunjukkan gabungan dari kalangan minoritas dalam hal seksualitas. Untuknya istri gubernur gorontalo ini menekankan kepada kalangan generasi muda khususnya para pelajar untuk bergaul secara sehat dan tidak terjerumus pada perilaku yang bertentangan dengan budaya dan ajaran agama, seperti halnya perilaku LSL.

“Kita ini sudah darurat narkoba, darurat aids, ditambah lagi dengan darurat LSL. Kita tidak bisa lagi tinggal diam, LSL akan merusak masa depan adik-adik, dan resiko tertular HIV/Aids sangat besar. Oleh karena itu hindari dan jauhi perilaku yang dapat menjerat adik-adik pada perilaku yang menyimpang ini,” tegas Ida

Sosialisasi yang dihadiri ratusan siswa SMA 1 Tapa tersebut, diakhiri dengan tanya jawab antara peserta dan Ketua Tim Asisetensi KPAP.

Berdasarkan data yang diperoleh tim KPA, hingga Maret 2019 penderita HIV/AIDS di Provinsi Gorontalo mencapai 484 orang penderita. (adv)

Sumber : Humas Gorontalo Prov 

Comments are closed.