Membanggakan, Kinerja TPID Kota Gorontalo Dinilai Terbaik se-Sulawesi

  • Whatsapp
Wali Kota Gorontalo, Marten Taha saat menerima penghargaan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Award yang diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto pada Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia di Jakarta, Rabu (14/9/2022). (Foto: Humas Pemkot Gorontalo)

60DTK, Kota Gorontalo – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Gorontalo kembali meraih penghargaan dari Pemerintah Pusat setelah dinobatkan jadi yang terbaik se-Sulawesi dalam hal kinerja.

Lebih membanggakannya lagi, prestasi ini menjadi yang ketiga kalinya didapat oleh Pemerintah Kota Gorontalo secara berturut-turut.

Bacaan Lainnya

Kiat dan kinerja TPID Kota Gorontalo dinilai mampu mengatasi lonjakan inflasi daerah di tengah goyahnya perekonomian global akibat krisis energi, kerawanan pangan, hingga pandemi covid-19 yang melanda dunia selama tahun 2021.

Penghargaan prestisius ini diserahkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto pada Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia di Jakarta, Rabu (14/9/2022).

Menurut Wali Kota Gorontalo, Marten Taha, penghargaan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Award kali ini bisa mereka raih berkat inovasi yang dilakukan Pemerintah Kota Gorontalo dalam menjaga ketersediaan pangan, khususnya di sektor perikanan.

Pada sektor ini, Pemkot Gorontalo mengimpelementasikan gagasan keterpaduan pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan perikanan budidaya yang dikemas lewat program Moheyinga To’ponula (M Top).

Dasar dari program tersebut yakni Perda Nomor 9 tahun 2019 yang di dalamnya mengatur larangan kegiatan budi daya ikan sistem jaring apung di Danau Limboto.

“Ini ikut berguna menopang upaya pengendalian inflasi di Kota Gorontalo karena arah program Moheyinga To’ponula bertalian dengan pangan strategis. Tujuan program ini yakni menjaga pasokan ikan air tawar di pasar tradisional, menjaga kestabilan ikan pada umumnya, meningkatkan petani pembudidayaan ikan, serta menjaga ketersediaan protein hewan bagi masyarakat,” ujarnya.

Dalam perkembangannya, program ini diperkuat lagi dengan penambahan 24 unit bioflok yang dioperasikan di 17 titik di tiga kecamatan. Melalui teknologi bioflok, warga dapat mendaur ulang limbah untuk dijadikan nutrisi bagi pakan ikan. Hasilnya, produksi ikan air tawar makin melonjak.

Tidak sampai di situ, pihaknya juga telah melakukan usaha ekstra untuk mengendalikan inflasi daerah dengan menjalankan strategi 4K. Sistem yang dibangun melalui startegi 4K direalisasikan melalui, pertama, ketersediaan pasokan. Realisasinya diwujudkan dengan pemberian bantuan sarpras pertanian seperti bibit jagung dan padi, buferstock cabe, dan pendistribusian bantuan sarpras perikanan dan peternakan.

Kedua, kelancaran distribusi. Strategi ini dilakukan melalui monitoring dan pengawasan bahan kebutuhan pokok, mengadakan toko akses pangan, dan pemberian bantuan BBM solar bagi nelayan.

“Bahkan kepada nelayan, kita juga membagikan bantuan mesin katinting, genset cool box, hingga jaket tuna,” kata Marten.

Strategi ketiga, lanjut Marten, berkaitan dengan keterjangkauan harga. Pemkot Gorontalo intens melakukan pemantauan dan analisis bahan pangan pokok demi mengetahui pergerakan harga komoditas maupun produksi komoditas. Jika ada tren kenaikan harga, bisa dilakukan penanganan secara cepat.

“Yang terkahir, kita memperkuat koordinasi TPID. Berkat usaha-usaha itu, alhamdulillah, sukses meraih TPID Award 2021. Kami dinobatkan sebagai TPID terbaik di wilayah Sulawesi, dan ini sudah yang ketiga kalinya. Pada tahun 2019 dan 2020, TPID Kota Gorontalo juga menorehkan prestasi yang sama,” aku Marten.

Lebih jauh, Marten mengatakan berbagai langkah pengendalian inflasi yang telah diinstruksikan pemerintah selalu diupayakan untuk direalisasikan dengan baik oleh Pemerintah Kota Gorontalo. Upaya itu pun sejauh ini cukup efektif dalam menjaga stabilitas harga komoditas pangan dan inflasi di Kota Gorontalo.

Buktinya, berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik Provinsi Gorontalo hingga bulan Agustus 2022, inflasi di Kota Gorontalo cukup terkendali, hanya berada di angka 3,98.

Terlepas dari keberhasilan ini, Ia tetap berpesan agar prestasi tersebut tidak membuat jajaran Pemkot Gorontalo dan unsur TPID berpuas diri. Sebaliknya, perlu menjadi motivasi untuk lebih giat bekerja menjaga stabilitas inflasi agar tidak berdampak pada daya beli masyarakat.

“Keberhasilan ini harus terus kita pertahankan dengan kerja yang sungguh-sungguh. Apalagi kini, menjaga inflasi menjadi fokus utama Pak Presiden. Kita berikhtiar untuk kesejahteraan warga,” pungkasnya. (adv)

 

Pewarta: Andrianto Sanga

Pos terkait