Menpar Bangga dengan Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) 2019

  • Whatsapp
Salah satu peserta dari dari Biro Humas dan Protokol mengambil tema Sulawesi Utara dengan Kota Bunga Tomohon pada puncak kegiatan Gorontalo Karnaval Karawo (GKK) 2019 bertempat di depan Rumah Jabatan Gubernur Gorontalo, Minggu (06/10).

60DTK-Gorontalo: Keberhasilan pemerintah Provinsi Gorontalo dalam menyelenggarakan Karnaval Karawo selama dua tahun berturut-turut, memiliki kesan tersendiri bagi Menteri Pariwisata RI Arief Yahya.

BACA JUGA: Menpar Minta Manado Jadi Penghubung Pariwisata Di Gorontalo

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya Menpar menyampaikan, Karnaval Karawo sudah dua tahun berturut-turut masuk dalam kalender top 100 event nasiona. Hal ini sangat membanggakan kata Menpar, mengingat untuk masuk ke kalender tersebut sangatlah susah dan harus bersaing dengan daerah-daerah di Indonesia.

“Mengenai event, Gorontalo salah satu provinsi yang banyak eventnya. Di Gorontalo ada 82 event, jarang sekali satu provinsi ada event sebanyak itu. Dan bahkan, ada dua event yang masuk dalam kalender nasional yaitu Festival Karawo dan Festival Pesona Danau Limboto”, puji Menpar.

BACA JUGA: Emak-Emak Rebutan Selfie Dengan Pria Berotot Peserta Karnaval Karawo

Menpar juga menambahkan, terkait dengan tema GKK kali ini sangat bagus. Ia melihat, di balik semua itu daerah bagian Sulawesi mempunyai tujuan yang sama “sulawesi bersatu” dalam bingkai NKRI.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim menyampaikan terimakasih kepada semua phak. Utamanya kepada Menteri Pariwisata RI Arief Yahya yang sudah meluangkan waktu untuk menghadiri dan membuka rangkaian GKK tahun 2019.

BACA JUGA: Warga Moutong Jadi Peserta Karnaval Karawo 2019

Wagub berharap, event ini akan terus eksis dan meningkatkan daya tarik agar wisatawan yang berkunjung ke Gorontalo semakin banyak. “Kegiatan ini sekaligus pula mendukung program perencanaan nasioanal. Di bidang pariwisata untuk mencapai kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 20 Juta orang, dan wisatawan lokal dengan 375 Juta orang, pada tahun 2020 nantinya”, ungkap Idris.

(adv/rls)

Pos terkait