Menpar minta Manado jadi Penghubung Pariwisata di Gorontalo

60DTK-Gorontalo: Menteri Pariwisata (Menpar) RI Arief Yahya meminta agar Manado menjadi akses penghubung pemasaran pariwisata di Gorontalo. Hal itu disampaikan di sela-sela kunjungan ke objek wisata alam Lombongo di Bone Bolango, Minggu (06/10).

BACA JUGA: Kedatangan Menpar RI Di Gorontalo Disambut Dengan Adat Mopotilolo

“Dulu Lombok menjadikan Bali sebagai penghubung, demikian juga dengan Banyuwangi. Saya minta juga kepada rekan-rekan biro perjalanan wisata di Manado untuk mempromosikan destinasi wisata di Gorontalo”, ujar Menpar.

Ditambahkan oleh Menpar, Gorontalo harus menerapkan konsep 3A dalam mengembangkan destinasi wisata yang ada. Adapun konsep 3A itu yakni akses, amenitas dan atraksi.

BACA JUGA: Gorontalo Karnaval Karawo Hadirkan Menpar Sebagai Pembicara Utama

“Atraksinya Gorontalo sudah sangat bagus, tarian, budaya dan alamnya bagus. Setelah kunjungan ke Lombongo ini, saya lebih yakin lagi untuk atraksi sudah tidak ada masalah”, tambah Menpar.

Untuk amenitas, menpar meminta jajaran pengembang pariwisata di Gorontalo untuk membangun kerjasama dengan maskapai penerbangan. “Bangun kerjasama dengan airline, kalau pakai darat waktunya terlalu lama”, pinta Menpar.

BACA JUGA: Dispar Paparkan GGK 2019 Kepada Kemenpar RI

Terkait dengan pengembangan Kawasana Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata di Bone Bolango, Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim yang ikut mendampingi Menpar dan jajarannya mengungkapkan, Pemerintah Provinsi Gorontalo sangat mendukung dan bersinergi untuk mewujudkan KEK yang dimaksud oleh Menpar.

“Di kawasan Lombongi ini, ada lahan milik Pemprov Gorontalo dengan luas kurang lebih 32 Hektar. Ini bisa kita masukan dalam KEK pariwisata di Bone Bolango. Secepatnya akan kita bahasa bersama”, ungkap Idris.

BACA JUGA: Festival Karawo 2019 Akan Di Hadiri Menpar RI

Dalam kunjugan itu, Menpar Arief Yahya bersama Wagub Idris Rahim dan pejabat dari Kemenpar, diberikan kesempatan untuk melepas anak burung Maleo ke alam bebas. Diketahui, anak burung Maleo itu merupakan hasil pengembangbiakan oleh Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone.

(adv/rls)

Comments are closed.