Merasa Rugi Mudik Ditiadakan, Para Sopir Ini Bersyukur Terima Sembako Gratis

  • Whatsapp
Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie (kanan), saat berbincang dengan salah satu Operator AKAP dan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo, usai menyerahkan bantuan pangan bersubsidi kepada sopir dan pelaku usaha angkutan darat, Selasa (4/05/2021). (Foto: Salman, Humas Pemprov)

60DTK, Gorontalo – Sejumlah sopir dan pelaku usaha angkutan darat menyampaikan rasa sedih sekaligus syukur terkait peniadaan mudik, yang telah diintruksikan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Para sopir dan pelaku usaha Angkutan Kota Antar-provinsi (AKAP) dan Angkutan Sewa Umum (ASUM), termasuk PO dan mobil rental Provinsi Gorontalo ini menyampaikan hal itu usai menerima bantuan pangan bersubsidi, yang diserahkan oleh Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie, Selasa (4/05/2021).

Bacaan Lainnya
Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie (kanan), saat berbincang dengan salah satu Operator AKAP dan Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Gorontalo, usai menyerahkan bantuan pangan bersubsidi kepada sopir dan pelaku usaha angkutan darat, Selasa (4/05/2021). (Foto: Salman, Humas Pemprov)

Salah seorang sopir yang juga menjabat sebagai Operator AKAP, Fandi Ponto menyebut, peniadaan mudik ini memang sangat terasa dampaknya terhadap para pelaku usaha angkutan, karena biasanya di waktu jelang mudik lebaran mereka semakin banyak mendapat penumpang.

Baca juga: THR dan Gaji 13 PNS Pemprov Gorontalo Cair Hari Ini!

Namun, Ia mengaku pihaknya harus mengalah dengan situasi saat ini yang memang sedang di tengah pandemi covid-19. Terlebih, untuk menyiasati kerugian mereka, Pemprov Gorontalo bahkan sudah memberikan perhatian melalui bantuan sembako.

“Kita sebagai masyarakat merasa sangat terbantu dan patut kiranya memberikan ucapan terima kasih kepada Pak Gubernur. Namun, yang paling penting, perlu kita sadari bahwa bagaimana kita membantu pemerintah dalam rangka memutus mata rantai penyebaran covid ini. Itu sesungguhnya yang menjadi inti daripada penyerahan sembako pada hari ini,” ucap Fandi.

Hal senada juga diucapkan oleh seorang sopir transportasi bandara, Zulfitri Suryawan. Ia mengaku turut merasakan dampak peniadaan mudik ini. Sebagaimana jalur perbatasan darat ditutup, jalur udara juga akan ditutup. Otomatis, penerbangan pesawat ditiadakan sehingga tidak akan ada penumpang dari bandara.

Baca juga: Mendagri Minta Pemda Terus Tegaskan Disiplin Protokol Kesehatan

“Kami harus menaati ini, karena seperti tadi kata Pak Gubernur, ini bukan keinginan atau keegoisan pemerintah semata, melainkan ini adalah instruksi dari presiden. Bagaimanapun, kami harus mengikutinya. Ini sebenarnya sangat memengaruhi pendapatan kami. Sudah dua tahun terakhir ini, ya karena pandemi, kan. Tapi alhamdulillah perhatian dari Bapak Gubernur tidak ada habisnya kepada kami. Karena pendapatan kami menurun, tapi dengan adanya bantuan ini insyaallah bisa terbantukan,” tuturnya.

Diketahui, ada 460 sopir dan pelaku usaha angkutan darat yang menerima bantuan pangan bersubsidi ini, di antaranya AKAP 188 orang, serta ASUM termasuk PO dan mobil rental sebanyak 272 orang. (adv)

 

Sumber: Gorontaloprov.go.id

Pos terkait