Mudik, Masyarakat Pilih Moda Transportasi Laut

60DTK-GORONTALO – Mudik lebaran tahun ini, nampaknya sebagian besar masyarakat lebih memilih moda transportasi laut. Hal ini terlihat dari membludaknya penumpang kapal di Pelabuhan Penyeberangan Gorontalo sejak beberapa hari terakhir.

Koordinator Satuan Pelayanan Pelabuhan Penyeberangan Gorontalo, Rahmad Muhammad mengungkapkan, jumlah masyarakat yang menggunakan jalur laut sebagai alternatif mudik di tahun ini memang cukup meningkat.

Baca juga : Jelang Lebaran, Penumpang Kapal Membludak

“Memang tahun ini masyarakat banyak yang menggunakan jalur laut sebagai alternatif mudik lebaran. Jumlah yang tercatat itu diagramnya naik hingga 50 persen,” ungkapnya.

Bahkan hingga saat ini, petugas pelabuhan mencatat sudah ada 1.800 orang yang menggunakan moda transportasi laut sebagai alternatif mudik.

Rahmad pun menjelaskan bahwa faktor pemicu meningkatnya jumlah penumpang yang menggunakan kapal untuk mudik tahun ini, adalah akibat tingginya harga tiket pesawat jelang lebaran.

“Penumpang yang menggunakan jasa kapal lumayan cukup besar, salah satu pemicu adalah naiknya harga tiket pesawat saat mendekati lebaran. Sehingganya masyarakat pun lebih memilih akaes laut,” tuturnya sambil tertawa.

Sementara itu, Manajer Usaha PT. Angkutan Sungai, Danau, dan Penyebrangan (ASDP) Cabang Luwuk, Nana Sutisna mengatakan, lonjakan penumpang sudah sekitar satu minggu yang lalu. Para penumpang sengaja sudah melakukan pemesanan tiket jauh hari sebelum jadwal keberangkatan untuk menghindari antrian.

“Makanya kita dari PT. ASDP tahun ini ada perbedaan pola operasi. Kalau kemarin – kemarin kapal berangkat dua kali sehari, namun sekarang kapalnya bolak – balik. Jadi, tiap hari itu ada kapal. Hal ini kita lakukan untuk mengantisipasi banyaknya penumpang,” Kata Nana.

Ia pun mengungkapkan, hingga H – 1 lebaran pola ini akan tetap digunakan sebagai upaya meningkatkan keselamatan penumpang dan membludaknya penumpang di pelabuhan penyeberangan Gorontalo.

 

 

Pewarta : Moh. Effendi
Editor : Nikhen Mokoginta

Comments are closed.