Para Santri Ini Tetap Berkreasi Meski Masa Pandemi, Mau Tau Hasilnya?

60DTK, Ponorogo – Meski masa pandemi covid-19, para santri putri Pondok Pesantren Al Barokah Mangunsuman Siman Ponorogo, tetap berkreasi, mengisi kegiatan luang dengan membuat kerajinan tangan.

Tak tanggung-tanggung bahkan ada lima pelatih yang di hadirkan. Pelatih tersebut pun juga masih dari kalangan Pondok Pesantren, yaitu teman dari salah satu Ustadzah yang mengajar di Ponpes Al Barokh.

Para santri terlihat sangat antusias dalam pelatihan kerajinan tangan, Rabu (22/7/2020). Pelatihan keterampilan  dilaksanakan di Masjid kompleks Pondok Pesantren Al Barokah Jalan Kawung No 84 Kelurahan Mangunsuman Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo.

Sekitar seratus santri yang dibagi menjadi beberapa kelompok diajari membuat kerajinan tangan. Mulai dari bros, tuspin, gelang dan macam-macam bunga.

Bahan dasar kerajinan pun juga tergolong mudah didapatkan yaitu berupa kain dan manik-manik. Ada yang dijahit dengan benang ada juga yang sekedar ditempel dengan lem bakar.

“Senang mbak, dari pada nganggur ngga ada kerjaan. Soalnya kuliahnya kan juga masih belum aktif jadi bisa berkreasi dan nambah pengalaman”, kata Istiqomah salah satu santri yang mengikuti pelatihan.

Hasil Kerajinan
Hasil Kerajinan Tangan, Kreasi Santri Putri Al Barokah. (Foto: Luciana 60DTK)

 

Mengingat di Pondok Pesantren Al Barokah mayoritas santrinya adalah mahasiswa dan saat ini perkuliahan pun juga belum aktif. Sehingga dengan kegiatan pelatihan kerajinan tangan seperti ini para santri merasa senang dan bisa menambah pengalaman.

“Harapannya, para santri nantinya kalau sudah keluar pondok atau boyong bukan hanya bisa ngaji, tapi juga memiliki keterampilan”, kata Evita Ratna selaku Lurah Putri Ponpes Al-barokah.

Diharapkan para santri memiliki keterampilan ketika sudah keluar Pondok kembali ke Masyarakat. Agar bukan hanya bisa mengaji namun juga bisa memberikan pelatihan keterampilan, seperti kerajinan tangan kepada masyarakat sekitar lingkungannya.

Karena kerajinan tangan yang dibuat, selain bernilai seni juga memiliki nilai jual. Sehingga itu dapat memberikan dampak perekonomian bagi santri maupun lingkungan sekitarnya apabila keterampilan itu dimaksimalkan.

 

 

Pewarta: Ika Luciana Marwati