Pemkab Gorut dan Buol Kerja Sama Jaga Perbatasan Untuk Larangan Mudik

  • Whatsapp
Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie, didampingi istri, Idah Syahidah dan pihak terkait lainnya, saat meninjau lokasi perbatasan darat di Kecamatan Tolinggula, Kabupaten Gorontalo Utara, Senin (3/05/2021). (Foto: Salman, Humas Pemprov)

60DTK, Gorontalo – Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie, memastikan langsung kesiapan warga dua daerah, di perbatasan Gorontalo Utara dan Buol, dalam menghadapi larangan mudik, Senin (3/05/2021).

Berdasarkan hasil diskusi dengan Wakil Bupati Gorut, Thariq Modanggu; Sekda Buol, M. Suprizal Yusuf; serta Kapolsek dan Danramil, masyarakat dipastikan sudah tahu dan peduli dengan larangan tersebut.

Bacaan Lainnya

Baca juga: Petugas Jaga di Posko Tolinggula Masih Kekurangan Tempat Istirahat

Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie, didampingi istri, Idah Syahidah dan pihak terkait lainnya, saat meninjau lokasi perbatasan darat di Kecamatan Tolinggula, Kabupaten Gorontalo Utara, Senin (3/05/2021). (Foto: Salman, Humas Pemprov)

“Alhamdulillah laporan dari petugas lapangan sejauh ini berjalan baik. memang strategi kita jauh-jauh hari sudah disosialisasikan agar masyarakat tidak kaget dan tidak protes lagi. Jadi sosialisasi itu untuk empat perbatasan darat itu sudah kita mulai dari tanggal 26 April 2021,” imbuh Rusli.

Rusli pun mengaku bahwa Ia cukup senang karena baik Pemkab Gorut maupun Pemkab Buol, sudah punya kesamaan persepsi untuk mengantisipasi arus mudik dua daerah.

Baca juga: Pemprov Gorontalo Gelar Pasar Murah di Korem 133/Nani Wartabone

Salah satu langkah antisipasi itu adalah, warga dari dua daerah yang bekerja kantoran atau bekerja lahan di kampung sebelah, tetap diizinkan melintas dengan syarat menitipkan KTP di posko pemeriksaan. KTP akan diganti dengan kartu pengenal sebelum ditukar kembali dengan KTP, saat yang bersangkutan kembali ke kampungnya.

“Ini juga sudah ada kesepakatan bersama. Saat itu hadir juga sekdanya. Jadi kita enak. Kalau dulu PSBB hanya kita yang bertahan, kalau sekarang Buol juga menahan yang masuk. Begitu juga di daerah lain,” pungkasnya. (adv/rls)

 

Sumber: Gorontaloprov.go.id

Pos terkait