Pemkot Gorontalo Optimalkan Layanan Rumah Sakit dan Puskesmas

  • Whatsapp
Pemkot Gorontalo Optimalkan Layanan Rumah Sakit dan Puskesmas
Wali Kota Gorontalo, Marten Taha. (Foto: Hendra 60DTK)

60DTK, Kota Gorontalo –  Pemerintah Kota Gorontalo menggelar rapat Forum Kemitraan BPJS Kesehatan, di Rumah Dinas Wali Kota, Kamis (20/5/2021). Pertemuan itu membahas optimalisasi pelayanan Jaminan Kesehatan di Rumah sakit dan Puskesmas.

Wali Kota Gorontalo, Marten Taha mengungkapkan, sebelumnya pihaknya menerima keluhan dari masyarakat, soal pelayanan kesehatan yang ada di Rumah Sakit dan Puskesmas.

Bacaan Lainnya

“Ini adalah rapat dari Forum Kemitraan BPJS Kesehatan yang membahas tentang pelayanan BPJS terhadap program kesehatan di Kota Gorontalo. Jadi kita itu punya kerjasama antara pemerintah dengan BPJS melalui JKN KIS (Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat),” ungkap Marten.

Wali Kota Gorontalo, Marten Taha (tengah) Foto Bersama dengan Anggota Forum Kemitraan BPJS Kesehatan
Wali Kota Gorontalo, Marten Taha (tengah) Foto Bersama dengan Anggota Forum Kemitraan BPJS Kesehatan, di Rumah Dinas Wali Kota, Kamis (20/5/2021). Foto: Hendra 60DTK

“Guna mengoptimalkan pelayanan jaminan kesehatan, baik di puskesmas, dan rumah sakit pemerintah. Rumah Sakit Aloe Saboe dan Otanaha, ini kita senantiasa membahas persoalan-persoalan yang ditemui di lapangan, yang sering dikeluhkan oleh masyarakat,” sambungnya.

Menurutnya, ada beberapa permasalahan yang tentunya menjadi perhatian instansi yang ikut dalam forum kemitraan ini.

Baca Juga: Jadi Pembina Upacara Hari Kebangkitan Nasional, Marten Bacakan Sambutan Menteri Kominfo

“Dinas Sosial misalnya,  masalah data penduduk yang masih hidup dan sudah meninggal. Kemudian Dinas Kesehatan, soal masalah pelayanan di Puskesmas, di rumah sakit, kemudian dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia,” jelasnya.

Ia juga menambahkan, saat ini seluruh penduduk kota Gorontalo sudah terdaftar pada pelayanan kesehatan melaui program BPJS yang terakomodir dari APBD. Selain masyarakat yang menjadi peserta mandiri.

“Jadi sudah tidak ada lagi tidak terlayani. Sudah tidak ada lagi masyarakat yang mengeluarkan anggaran untuk mendapatkan pelayanan kesehatan,” tegas Marten. (adv)

Pos terkait