Pemprov Gorontalo Segera Luncurkan Aplikasi Jaring Pengaman Sosial

60DTK, Kota Gorontalo – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo, dalam waktu dekat ini segera meluncurkan sebuah aplikasi yang dapat digunakan untuk melihat informasi terkait pelayanan bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS).

Hal ini terungkap dalam rapat pemaparan hasil penyusunan dan pembuatan aplikasi elektronik JPS yang berlangsung di Ruang Huyula Kantor Gubernur Gorontalo, Rabu (9/09/2020).

“Hari ini aplikasi itu sementara kita rampungkan dan akan kita serahkan ke Dinas Sosial,” ujar Kepala Bapppeda Provinsi Gorontalo, Budiyanto Sidiki, usai rapat.

Budi mengatakan, melalui aplikasi ini, Pemprov Gorontalo akan dapat mengetahui apakah masyarakat yang menerima bantuan JPS benar-benar masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Tidak sampai di situ, kata Budi, aplikasi ini juga akan sangat berguna untuk Pemprov Gorontalo dalam mengusulkan penambahan data masyarakat yang harusnya membutuhkan bantuan, namun belum terdaftar di DTKS.

“Kalau dia tidak ada di dalam DTKS dan dia harusnya menerima bantuan itu, aplikasi ini bisa berguna untuk mereka yang di SK-kan menerima bantuan, kita usulkan untuk menambah data DTKS. Harusnya semua penerima bantuan itu masuk di DTKS, tapi kan faktanya kemarin banyak orang yang tiba-tiba dirumahkan,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Darda Daraba, memberikan apresiasi terhadap rencana peluncuran aplikasi JPS itu. Menurutnya, sistem ini akan sangat berguna dalam menampilkan data penerima bantuan JPS di setiap daerah yang ada di Provinsi Gorontalo.

“Sudah seharusnya kita kerja begini, memang sistem ini belum sempurna tapi kita harus buat terobosan untuk masalah DTKS ini, karena ini menyangkut data,” jelas Darda.

Terkait dengan persandingan data, Darda meminta Kadis Dukcapil supaya menyurat ke Dirjen Dukcapil untuk memberikan akses khusus dalam melihat data kependudukan di Provinsi Gorontalo. Ia mengatakan, data itu sangat penting untuk mengetahui data sudah mutakhir atau tidak.

“Kita butuh data untuk bantuan, barangkali ini sangat sederhana bagi kita, tapi efeknya luar biasa. Karena bantuan ini yang selalu diwanti-wanti oleh Pak Presiden,” tandasnya. (adv)

 

Pewarta: Andrianto Sanga