Pengelolaan dan Pelaporan Logistik Bencana Harus Tercatat

  • Whatsapp
Kegiatan penyusunan laporan barang persediaan dan aset Barang Milik Negara (BMN) Semester I Tahun 2019 yang digelar di Hotel Sumber Ria Gorontalo, Rabu (26/06/2019). Foto : Itimewa

60DTK – Pemprov: Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Provinsi Gorontalo menggelar pertemuan penyusunan laporan barang persediaan dan aset Barang Milik Negara (BMN) Semester I Tahun 2019 yang digelar selama 3 hari di Hotel Sumber Ria Kota Gorontalo, Rabu (26/6/2019).

Kali ini yang dibahas diantaranya terkait penyusunan laporan penggunaan logistik bantuan sosial korban bencana alam, penataaan dan pengelolaan logistik, penyelenggaraan bantuan logistik, pencatatan barang bantuan berupa barang persediaan yang masuk maupun keluar atau disalurkan.

“Pencegahan dan penanggulangan bencana secara cepat dan tepat wajib dilakukan, salah satu yang penting tetapi sering diabaikan adalah perihal sistem pengelolaan dan pelaporan logistik bencana. Sehingga segala sesuatu yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar hidup manusia, pangan, sandang, papan dan turunannya. Olehnya, perlu pembagunan sistem informasi pengelolaan logistik berupa pencatatan dan pelaporan persediaan yang tepat,” kata Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial, Dinsos P3A Provinsi Gorontalo, Sularno Suhono.

Sementara itu, Kepala Subdit Pemulihan dan Reintegrasi Sosial, Kementerian Sosial (Kemensos) RI, Jony Pasomba menjelaskan, mengacu kepada Standar Pelayanan Operasional (SOP) maka bahan Logistik yang diperlukan bisa sesuai dengan kebutuhan di lapangan dan tepat sasaran serta terhindar dari kemungkinan masalah hukum.

Olehnya, perencanaan, pengelolaan dan penggunaan logistik harus benar-benar tercatat dengan sebaik mungkin, khususnya dalam hal keluar masuk barang atau pergesaran mutasi barang harus disertai dengan berita acara.

Selain itu, petugas pengelola logistik dapat membuat perencanaan, penyusunan kebutuhan dan pengelolaan logistik secara realistis, disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing daerah, terutama pada saat terjadi musibah atau bencana.

“Petugas pengelola logistik harus membuat perencanaan, jangan sampai usulan kebutuhan logistik tidak sesuai dengan kondisi di lapangan,” pinta Jony kepada sedikitnya puluhan operator dan pengelola logistik kabupaten/kota se-Gorontalo.

Olehnya, penyaluran bantuan untuk korban bencana dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran jangan sampai penyaluran terlambat karena kesalahan administrasi. (rds/rls)

Sumber: Hulondalo.id

Pos terkait