Program Kerja Mahasiswa KKN UNG di Desa Lopo Banyak Diapresiasi

  • Whatsapp
Kordes KKN UNG Desa Lopo, Yuliayani Wakiden saat menyampaikan sosialisasi soal biota-biota laut, Rabu (20/10/2021).

60DTK, Gorontalo – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Universitas Negeri Gorontalo menggelar sosialisasi literasi digital kepada masyarakat Desa Lopo, Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo.

Adapun fokus sosialisasi ini adalah pengenal nama-nama biota laut terhadap masyarakat setempat yang membang sebagian besar bekerja sebagai nelayan. Selain untuk masyarakat nelayan, para mahasiswa ini juga menyasar para siswa setempat.

Bacaan Lainnya
Proses pembuatan ikan tuna bersama PKK di Desa Lopo, Rabu (20/10/2021).

“Sesuai dengan letak geografis, Desa Lopo diapit  75 persen oleh lautan dan 25 persen daratan dengan mata pencaharian masyarakat lebih dominan nelayan, maka untuk itu kami selaku mahasiswa memilih pengenalan biota laut sebagai program inti kami,” ujar Koordinator Desa (Kordes) KKN UNG Desa Lopo, Yuliayani Wakiden, Rabu (20/10/2021).

“Kami juga menyasar siswa pendidikan sekolah dasar karena memang di masa modern sekarang masyarakat banyak yang sudah menggunakan gadget. Untuk itu kami memilih media digital sebagai wadah pengenalan biota-biota laut,” sambung Yuliayani.

Camat Batudaa Pantai, Ramli Talalu saat menyampaikan sambutannya, Rabu (20/10/2021).

Selain sosialisasi biota laut itu, para mahasiswa KKN ini juga melakukan pelatihan pembuatan bakso ikan tuna bersama PKK Desa Lopo untuk membantu meningkatkan sumber ekonomi masyarakat Desa Lopo yg terdampak pandemi covid-19.

Kepala Desa Lopo, Erwis Ahmad pun mengaku sangat mengapresiasi dan mendukung  porogram-program yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN UNG ini. Menurutnya, hal itu sangat membantu masyarakat setempat, karena para masyarakat dan siswa khususnya bisa semakin mengenal biota laut dalam bahasa latin.

Mahasiswa KKN UNG usai mengajar soal biota laut ke siswa SD N 4 Batudaa Pantai, Rabu (20/10/2021).

“Kami juga mendukung pelatihan pembuatan bakso ikan oleh ibu-ibu PKK, karena ini dapat menambah tingkat kreativitas olahan ikan oleh ibu-ibu PKK dan juga menambah ekonomi nelayan yang terdampak pandemi covid-19,” ucap Erwis.

Sementara itu, Camat Batudaa Pantai, Ramli Talalu juga menyelipkan harapan agar kegiatan-kegiatan positif seperti yang dilakukan oleh mahasiswa KKN UNG ini bisa terus dikembangkan dan difasislitasi di kemudian hari.

“Seperti pembuatan bakso ikan untuk ibu-ibu PKK Desa Lopo, Kecamatan Batudaa Pantai ini sangat bermanfaat untuk pemulihan ekonomi masyarakat di masa pandemi covid-19 ini,” ujar Ramli. (adv)

Pos terkait