RS Ainun Habibie Jadi RS Rujukan Pasien Covid-19 di Gorontalo

  • Whatsapp
RS Ainun Habibie Rujukan Covid-19
Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie, saat Menggunting Pita Sebagai Tanda Diresmikannya Ruang Isolasi Pasien Covid-19 di RS Ainun Habibie, Selasa, (16/6/2020). Foto: Salman

60DTK, Gorontalo – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr, Hasri Ainun Habibie, kini telah menjadi salah satu Rumah Sakit rujukan pasien covid-19 di Provinsi Gorontalo.

Hal tersebut dipastikan setelah ruang isolasi pasien positif Covid-19 di rumah sakit tersebut diresmikan oleh Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie, Selasa (16/06/2020).

Bacaan Lainnya

Ruang isolasi di RS ini ada dua. Bagi pasien Covid-19 dengan kategori (gejala) sedang hingga berat akan menerima perawatan di ruang isolasi A. Sementara untuk pasien dengan gejala ringan sampai sedang, akan dirawat di ruang isolasi B.

Baca Juga: Gubernur Rusli Instruksikan Pembuatan Posko Pembersihan Di Kelurahan Bugis

Gedung yang menelan anggaran pembangunan sebesar Rp. 25,7 Milyar ini, memiliki kurang lebih 80 tempat tidur. Ke dua ruangan ini letaknya cukup berjauhan, dan dipisahkan dengan ruang perawatan pasien lainnya (bukan pasien Covid-19).

“Saya sangat senang dan puas melihat hasil pekerjaannya. Walaupun sangat singkat tapi sangat lengkap. Mudah-mudahan kurang lebih 80 tempat tidur ini, bisa menampung dan merawat mereka yang terpapar Covid-19,” ujar Rusli dalam sambutannya.

Baca Juga: Pasien Sembuh Covid-19 Di Gorontalo Belum Separuh Dari Kasus Terkonfirmasi

Rusli mengakui, sebelum selesai, pembangunan gedung isolasi ini memang dipercepat. Pasalnya, kapasitas RSAS hanya bisa menampung 90 pasien, tenaga SDM juga masih terbatas. Bahkan dokter Ahli Paru hanya dua orang.

“Kita ambil contoh di China itu. Pas Covid mewabah di Kota Wuhan, pembangunan rumah sakit China luar biasa cepat, hanya 10 hari. Ini kenapa saya selalu katakan RS Ainun sangat penting untuk Gorontalo. Saat-saat pasien banyak seperti ini, tentu saja rumah sakit sangat diperlukan,” tandasnya.

Jumlah tenaga kesehatan di RS Ainun sendiri sampai saat ini sebanyak 229 orang. 152 orang diantaranya adalah perawat, 57 orang lainnya merupakan bidan, serta 20 orang dokter spesialis.

 

 

Pewarta: Andrianto Sanga

Pos terkait