Rusli, Barometer Perpolitikan Gorontalo

60DTK-GORONTALO – Ratusan tanya muncul terkait Rusli Habibie yang menunjukkan puasa bicara politik. Menurut sebagian orang, sikap ini tak wajar. Mengingat saat ini ada tiga daerah yang tengah menghadapi Pilkada.

“Entah strategi apa lagi yang disiapkan Ketua DPD Golkar Gorontalo itu (read : Rusli),” kata beberapa politisi.

Mereka berujar, sikap diam itu entah benar – benar diam karena saat ini masih dalam suasana puasa, atau ada yang memang sengaja ditahan.

Baca juga : Kursi Ketua Deprov, Golkar Tak Tergoyahkan

Permasalahannya, para politisi meyakini, jika berbicara soal event politik saat ini, maka bukan hanya soal pilkada, tapi pasti masih ada sisa – sisa Pileg dan Pilpres kemarin yang menempel, yang harusnya Rusli tuntaskan hingga bersih. Dan dilihat dari sepak terjangnya dalam dunia politik, beberapa orang dari kalangan akademisi sepakat kalau Rusli adalah barometer perpolitikan Gorontalo.

Menurut salah satu pengamat, Acm. Ryza Mediansyah, Rusli menjadi barometer karena terlihat jelas di sejumlah event politik, dimana Rusli selalu menjadi tokoh penentu. Bahkan seakan muncul stigma, kalau didukung Rusli maka sudah itu yang menang.

Dan Pilpres kemarin menjadi bukti kemampuan Rusli memainkan strategi politik. sekalipun berada di basis lawan plus dibumbui konflik internal, Rusli tetap mampu keluar sebagai pemenang.

Baca juga : Gubernur Rusli : Pemerintah Itu Harus Lebih Sering Turun Ke Rakyat

“Rusli Habibie tidak bisa dihilangkan dari wacana politik lokal Gorontalo. Meski Rusli Habibie saat ini namanya telah dikenal secara nasional, namun Gorontalo tetap butuh Rustli Habibie,” ujar pengajar di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Unisan Gorontalo itu.

Meski demikian, Ryza mengaku penasaran dengan sikap Rusli di tiga pilkada nanti. Peta politik yang berubah pasca Pileg kemarin, menuntut Golkar harus ekstra hati – hati menyusun skenario, hingga menentukan siapa yang layak jadi pemeran utama. (rds/rls)

Sumber : Hulondalo.id

Comments are closed.