Rusli Serahkan Bantuan Untuk Warga Terdampak Banjir di Kabgor

  • Whatsapp
Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie, saat menyerahkan berbagai jenis bantuan bahan pokok kepada warga terdampak banjir di Desa Juriya, Kecamatan Bilato, Kabupaten Gorontalo, Rabu (5/08/2020). (Foto - Salman, Humas)

60DTK, Kabupaten Gorontalo – Langkah cepat dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo untuk menangani warga yang terdampak bencana banjir bandang di Kabupaten Gorontalo.

Hari ini, Rabu (5/08/2020), Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie, turun langsung membagikan bantuan bahan pokok untuk 259 KK di Desa Juriya, Kecamatan Bilato, Kabupaten Gorontalo.

Bacaan Lainnya

Adapun jenis bantuan yang diserahkan tersebut antara lain berupa beras, lauk pauk, makanan anak, tikar, dan selimut. Selain itu, Pemprov Gorontalo juga membangun dapur umum dan memberikan layanan makanan siap saji.

Baca juga: Idris Rahim Ajak Warga Boliyohuto Cegah Banjir Dengan Jaga Lingkungan

Usai menyerahkan bantuan itu, Rusli mengingatkan masyarakat setempat tetap menjaga diri dari bencana banjir dan longsor. Sebab akhir-akhir ini, curah hujan di Gorontalo cukup tinggi dan sering berlangsung dalam waktu yang cukup lama.

Rusli juga mengajak masyarakat Desa Juriya untuk menjaga terjadinya kerusakan hutan akibat penebangan liar dan aktivitas penambangan ilegal. Menurutnya, dua hal ini juga menjadi faktor penyebab terjadinya banjir.

“Di Desa Juriya ini saya tahu dulu, bahkan mungkin sampai sekarang, ada penambang-penambang ilegal. Ini yang harus kita hentikan. Tolong jangan saling menyalahkan dan menuding, tapi mari kita cari solusinya bersama-sama,” kata Rusli.

Baca juga: Idris Rahim Serahkan Bantuan Ke Korban Banjir Di Boliyohuto

Pada kesempatan ini, Ia juga menerima masukan dari Pemerintah Desa Juriya terkait pembangunan tanggul. Mengenai hal ini, Rusli mengaku akan berjuang sampai ke tingkat pusat.

“Senin depan saya juga akan memaparkan kepada Menteri PPN/Kepala Bappenas, salah satunya tentang program penanganan banjir. Doakan perjuangan kami berhasil, karena anggaran provinsi dan kabupaten/kota tidak cukup untuk membangun tanggul yang anggarannya ratusan miliar,” pungkasnya. (adv)

 

Pewarta: Andrianto Sanga

Pos terkait