60DTK.COM – Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) 6 Bone Bolango menargetkan layanan pendidikan berstandar internasional.
Hal itu terungkap pada pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah di BPMP Provinsi Gorontalo, Senin (10/8/2026).
Kepala SNT 6 Bone Bolango Surahmat Hasjim mengatakan, sekolahnya tidak hanya mengadopsi kurikulum nasional. Namun, akan mengintegrasikan kekhasan lokal, budaya daerah, serta wawasan internasional.
Untuk memperkaya pola pembelajaran, pihak sekolah telah melakukan benchmarking ke sejumlah sekolah terbaik di Indonesia.
“Benchmarking itu seperti studi tiru kepada sekolah-sekolah terbaik di Indonesia agar kami memperoleh gambaran bagaimana sekolah yang memberikan layanan terbaik, termasuk layanan berstandar internasional, sehingga hal-hal baik tersebut dapat kami terapkan di sekolah,” jelasnya.
Surahmat menegaskan SNT 6 diarahkan untuk menerjemahkan visi Presiden dalam menghadirkan layanan pendidikan berkualitas yang dapat diakses anak-anak dari berbagai daerah.
“Yang ingin kami pastikan adalah apa yang diharapkan oleh Pak Presiden benar-benar terwujudkan dalam program-program kami di sekolah. Beliau ingin sekolah ini memberikan layanan terbaik bagi siapa saja, bagi anak-anak di mana saja,” ujarnya.
Dalam mendukung target tersebut, SNT 6 menempatkan kualitas tenaga pendidik sebagai fondasi utama. Saat ini 12 tenaga pendidik bertugas di SNT 6.
Tenaga pendidik ini merupakan hasil seleksi nasional yang menjaring lulusan terbaik dari berbagai perguruan tinggi keguruan di Indonesia.
“Alhamdulillah, tenaga pendidik di sekolah ini adalah lulusan-lulusan terbaik dari universitas keguruan di Indonesia. Mereka telah diseleksi dari ribuan pelamar, kemudian mengikuti pembekalan langsung oleh Kementerian Pendidikan Nasional,” ujar Surahmat.
Dari 12 tenaga pendidik tersebut, empat berasal dari Provinsi Gorontalo dan delapan lainnya dari sejumlah daerah lain di Indonesia. Seleksi dilakukan secara nasional untuk memastikan guru yang ditempatkan adalah guru-guru terbaik se-Indonesia.
“Mereka senantiasa dikontrol kualitasnya, dimonitoring performanya, dan dipastikan memberikan layanan pendidikan terbaik untuk sekolah ini nantinya,” jelasnya.
Untuk tahap awal, 12 tenaga pendidik berstatus sebagai tenaga pendamping pembelajaran. Status tersebut berkaitan dengan aspek kepegawaian dan tidak mengurangi peran mereka dalam memberikan layanan pembelajaran.
“Sifatnya penugasan atau dikenal dengan tenaga pendamping pembelajaran. Tidak ada bedanya dengan guru, hanya penamaan saja karena ini terkait dengan status kepegawaian,” ungkap Surahmat.Pemerintah direncanakan membuka seleksi bagi guru dengan status kepegawaian yang lebih permanen pada akhir tahun ini.
Surahmat berharap kehadiran SNT 6 yang pertama di Bone Bolango ini mampu menjawab kebutuhan masyarakat terhadap akses pendidikan berkualitas. Dengan begitu, anak-anak terbaik dari Bone Bolango dan Provinsi Gorontalo tidak perlu menempuh pendidikan ke luar daerah.
“Sekolah ini ingin mengatasi hal tersebut sehingga setiap anak-anak terbaik dari Bone Bolango, dari Provinsi Gorontalo, dapat juga merasakan pendidikan yang berkualitas,” pungkasnya. (adv)






