Yayasan Ummu Syahidah Terima Bantuan Mobil Dari Bank Sulutgo

  • Whatsapp
Pembina Yayasan Ummu Syahidah, Idah Syahidah (tiga kiri), saat menerima mobil hibah CSR Bank Sulutgo di Kantor IWPL Ummu Syahidah, Senin (21/12/2020). (Foto: Isam, Humas Pemprov)

60DTK, Gorontalo: Yayasan Ummu Syahidah menerima bantuan corporate social responsibility (CSR) dari Bank Sulutgo berupa satu buah mobil innova, Senin (21/12/2020).

Mobil innova keluaran terbaru itu diserahkan oleh Kepala Cabang Bank Sulutgo, Syahron Botutihe kepada Kepala Dinas Sosial Provinsi Gorontalo, Risjon Sunge, dan diteruskan ke Pembina Yayasan Ummu Syahidah, Idah Syahidah.

Bacaan Lainnya

Kepala Cabang Bank Sulutgo, Syahron Botutihe menjelaskan, penyerahan mobil operasional tersebut adalah sebagai bentuk kepedulian kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo, sebagai salah satu pemegang saham di Bank Sulutgo. Pemprov Gorontalo tahun 2020 memperoleh dana CSR sebesar Rp860 juta.

Baca juga: Helikopter Polda Sulut Bantu Pencarian Dua Nelayan Gorontalo yang Hilang

“Ini untuk pertama kalinya kami serahkan ke Dinas Sosial. Kemarin kami sempat menyerahkan mobil jenazah ke RSUD Ainun Habibie. Tadinya di bidang Kesehatan, dulu pernah bidang lingkungan hidup, dan sekarang di bidang sosial,” ujar Syahron.

Sementara itu, Pembina Yayasan Ummu Syahidah yang juga menjabat sebagai Anggota Komisi VIII DPR RI, Idah Syahidah pun menyambut baik pemberian CSR ini. Ia menjelaskan, yayasan yang Ia kelola itu fokus untuk menampung dan merehabilitasi anak-anak yang mengalami masalah narkoba, alkohol, psikotropika dan zat adiktif lainnya (napza).

“Saya menyambut baik bantuan ini dan tentunya sangat bermanfaat untuk kami, untuk melayani jika mereka sakit maupun kegiatan lainnya,” jelas Idah.

Baca juga: Natal dan Tahun Baru Harus Patuh Prokes, Ini Isi Surat Edarannya

Diketahui, Institusi Penerima Wajib Lapor (IWPL) Dharma Bakti Ummu Syahidah diresmikan oleh Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie pada 16 Oktober 2020 lalu. IWPL ini menjadi tempat untuk rehabilitasi para pecandu narkoba dengan kapasitas ruangan mencapai 35 orang. (adv/rls)

 

Sumber: Humas Pemprov Gorontalo

Pos terkait