170 Jiwa Masih Bertahan di Posko Pengungsian, Ini Alasan Warga

60DTK, Gorontalo – Memasuki hari 4 pasca banjir, sebanyak 170 jiwa, 36 kepala keluarga masih memilih tinggal di posko pengungsian Bele Li Mbui. Hal ini pun tidak luput dari pandangan pemerintah Provinsi Gorontalo.

Terbukti pada pagi tadi, Gubernur Gorontalo, turun langsung ke lokasi pengungsian yang ada di Bele Li Mbui. Gubernur sempat berbincang-bincang dengan warga yang masih bertahan.

Baca Juga: Rusli Imbau Kepala Daerah Pantau Protokol Kesehatan Di Pasar

Nela Gobel Misalnya, ia mengatakan dirinya masih bertahan di posko pengungsian karena di rumahnya masih terdapat lumpur yang sangat banyak. Ia juga menjelaskan di posko dirinya sangat dilayani dengan baik, dimana makanannya sudah pasti terjamin.

“Di rumah masih ada pece (lumpur) pak. Alhamdulillah pelayanan di sini sampai jam 12 (malam) masih ada. Makanan berjalan lancar, obat-obatan juga ada,” jelas Nela yang berprofesi sebagai pedagang di pasar Kamis, Kelurahan Bugis, Kota Gorontalo, Senin (6/07/2020).

Baca Juga: Akibat Dirumahkan, Rusli Bantu Karyawan Hotel Di Gorontalo

Gubernur Rusli Habibie berharap hujan akan segera mereda sehingga banjir susulan tidak lagi terjadi. Sehingga Warga sebagian sudah kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan dan menata rumah pasca banjir.

Diketahui Banjir yang terjadi Jumat pekan kemarin menyebabkan empat Kecamatan di Kota Gorontalo yakni Kota Timur, Kota Selatan, Hulondalangi dan Kota Barat. Di Bone Bolango merendam empat kecamatan yakni Suwawa, Suwawa Tengah, Suwawa Selatan dan Botupingge. Di Kabupaten Boalemo menjangkau dua kecamatan yakni Tilamuta dan Dulupi. (adv)

 

 

Pewarta: Hendra Setiawan