AW Thalib: Masih Banyak Kekurangan di Daerah yang Harus Dibenahi

  • Whatsapp
Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, AW Thalib. (Foto: Andi 60dtk)

60DTK, Kota Gorontalo – Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, AW Thalib mengakui telah banyak keberhasilan yang dicapai Provinsi Gorontalo selama 22 tahun menjadi daerah otonom, terhitung sejak tahun 2000 berpisah dari Sulawesi Utara.

Meski begitu, Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menilai masih ada banyak hal juga yang perlu dibenahi para pemangku kepentingan ke depan. Satu di antara, kata AW Thalib, yaitu masalah kemiskinan yang masih di angka 15,42 persen.

Bacaan Lainnya
banner 468x60

“Masalah kemiskinan masih 15,42 persen, ini perlu kita tekan,” tegasnya saat diwawancarai awak media 60dtk usai rapat paripurna HUT ke-22 Provinsi Gorontalo, Senin (5/12/2022).

Tak hanya masalah kemiskinan, Ia juga menyebut tentang kemandirian daerah dari sisi kemampuan fiskal (keuangan). Menurutnya, sejauh ini penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) Provinsi Gorontalo belum bisa dibilang besar.

Ia mengatakan, PAD itu sendiri sangat penting bagi pemerintah. Jika PAD yang didapat setiap tahunnya tinggi, pemerintah bisa lebih cepat melakukan berbagai pembangunan di dalam daerah dan derajat kesejahteraan masyarakat bakal jauh lebih baik di waktu mendatang.

“PAD kita masih rendah, baru Rp400-an miliar setiap tahunnya. Ini perlu digenjot lagi ke depannya,” harapnya.

Lebih jauh, Ia juga mengingatkan kepada pemerintah daerah bahwa saat ini masyarakat kurang mampu dan pelaku sangat membutuhkan bantuan. Sebabnya, dampak pandemi covid-19 yang terjadi sejak 2020 membuat ekonomi mereka sangat terpukul.

“Fokus pemerintah ke depan juga harus memikirkan inkubasi tentang bisnis UMKM. Kenapa ini perlu? Karena banyak di antara mereka yang tidak memiliki skill. Kita kasih modal tetapi ini cepat habis, apalagi kalau tidak dikelola secara baik. Jadi harus ada transformasi pengetahuan berbisnis kepada masyarakat, kita kasih pendampingan dari sejak perencanaan, produksi, hingga pemasaran,” tandasnya. (adv)

 

Pewarta: Andrianto Sanga

Pos terkait