Banjir di Kabgor: 64 Ribu Jiwa Terdampak, 1 Meninggal, Lahan Pertanian Rusak

  • Whatsapp
Kondisi pemukiman warga di Desa Daenaa, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, pascabanjir bandang yang terjadi pada Kamis kemarin. (Foto: Andi 60dtk)

60DTK, Kabupaten Gorontalo – Hujan deras yang melanda wilayah Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Kamis (4/11/2021) kemarin mengakibatkan banjir bandang dan tanah longsor di sejumlah titik.

BPBD Kabupaten Gorontalo mencatat, setidaknya ada 64 ribu jiwa yang terdampak, dan 1 di antaranya menjadi korban (meninggal dunia).

Bacaan Lainnya
Kepala BPBD Kabupaten Gorontalo, Sumanti Maku saat diwawancarai sejumlah awak media di Desa Daenaa, Kecamatan Limboto Barat, Jumat (5/11/2021). (Foto: Andi 60dtk)

Puluhan ribu warga ini tersebar di 25 desa dan 6 kecamatan. Adapun wilayah yang paling parah yakni Kecamatan Limboto Barat dan Tibawa.

“Yang kita lakukan evakuasi di BPBD dan Brimob tadi malam kurang lebih ada 250 anak santri. Kita sudah berikan bantuan makanan dan pakaian,” ujar Kepala BPBD Kabgor, Sumanti Maku, Jumat (5/11/2021).

Bencana kali ini juga mengakibatkan kerusakan sejumlah infrastruktur seperti jalan, jembatan, sampai irigasi. Selain itu, lahan pertanian milik masyarakat juga banyak yang rusak.

“Dari hasil taksiran kami, kurang lebih Rp25 miliar total kerugian akibat bencana ini,” beber Sumanti.

Saat ini, kata Sumanti, pihaknya terus melakukan upaya pembersihan sisa sampah maupun lumpur, supaya aktifitas masyarakat di daerah yang terkena bencana segera pulih seperti sebelumnya.

“Melihat kondisi alam dan lingkungan kita, bencana ini bisa saja terulang lagi. Untuk itu masyarakat tarus waspada,” harapnya. (adv)

 

Pewarta: Andrianto Sanga

Pos terkait