Begini Kinerja Sekretariat Dekot Gorontalo Selama Januari Hingga Maret 2022

  • Whatsapp
Suasana rapat koordinasi dan evaluasi yang berlangsung di Rumah Dinas Wali Kota Gorontalo, Rabu (13/04/2022). (Foto: Istimewa)

60DTK, Kota Gorontalo – Sekretaris Dewan (Sekwan) Kota Gorontalo, N.R. Monoarfa mengungkapkan sejumlah capaian kinerja Sekretariat DPRD Kota Gorontalo pada triwulan I tahun 2022, terhitung dari bulan Januari sampai Maret.

N. R.Monoarfa mengatakan, pada triwulan I tahun 2022 tersebut, Sekretariat DPRD Kota Gorontalo memiliki target realisasi fisik 27,58 persen. Namun, dalam perjalanannya, mereka berhasil melewati target yang ingin dicapai.

Bacaan Lainnya

“Realisasi fisiknya sebesar 28,74 persen. Jadi ini melampaui batas,” beber N. R. Monoarfa usai mengikuti rapat koordinasi dan evaluasi di Rumah Dinas Wali Kota Gorontalo, Rabu (13/04/2022).

Ia menambahkan, realisasi fisik seperti pengadaan barang dan jasa memang sudah mulai dilaksanakan sejak jauh-jauh hari, tepatnya dari bulan Januari tahun 2022.

Sayangnya, capaian ini tidak diikuti oleh realisasi keuangan. Ia mengungkapkan, realisasi keuangan Sekretariat DPRD Kota Gorontalo periode Januari sampai dengan Maret hanya 18,80 persen, terpaut cukup jauh dari target mereka yakni sebesar 27,58 persen.

“Angka ini (18,80 persen) di bawah dari yang kami targetkan,” akunya.

Menurutnya, ada beberapa hal yang menjadi sebab dan kendala sehingga realisasi keuangan Sekretariat DPRD Kota Gorontalo di triwulan I masih rendah.

Salah satu kendala tersebut adalah, pada awal tahun ini pihaknya masih melakukan penyesuaian dengan aplikasi-aplikasi yang berkaitan dengan penatausahaan keuangan. Contoh, aplikasi sistem informasi pemerintah daerah atau yang lebih dikenal dengan sebutan SIPD.

“Di sisi lain juga kita masih beradaptasi dengan aplikasi baru yang merupakan aplikasi SIMDA tapi dengan versi terbaru,” jelasnya.

Ia menegaskan, penggunaan aplikasi tersebut harus dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak terjadi kesalahan. Sebab, yang mereka input dalam aplikasi ini adalah uang negara yang harus bisa dipertanggungjawabkan.

“Sehingganya apa yang berhasil diinput, hanya itu yang kita laksanakan,” tutupnya. (adv)

 

Pewarta: Andrianto Sanga

Pos terkait