Begini Respon BPBD Provinsi Terhadap Keluhan Masyarakat Mamungaa Timur

60DTK, Gorontalo – Terkait masalah yang saat ini dihadapi oleh masyarakat di Kabupaten Bone Bolango, khususnya di desa Mamungaa Timur, mendapat tanggapan positif dari Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Gorontalo, Sumarwoto.

Ia menjelaskan, masyarakat yang mengeluh karena sangat sulit untuk membersihkan sisa-sisa lumpur akibat bencana banjir, saat ini pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas ataupun Balai terkait yang mempunyai kapasitas untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Alhasil, dari koordinasinya itu saat ini sudah ada 3 alat berat yang diturunkan ke lokasi-lokasi yang terkena dampak banjir tersebut.

“Kami dari BPBD Gorontalo, sudah membuka posko, membuka dapur umum, dan mengerahkan sumber daya yang ada, baik itu alat-alat, logistik, dan orang yang memiliki keterampilan untuk membantu masyarakat,” ungkap Sumarwoto saat diwawancara awak media, Kamis (17/09/2020).

Baca Juga: Masyarakat Mamungaa Timur Butuh Alat Membersihkan Lumpur Pasca Banjir

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait yang memiliki kapasitas untuk bisa menangani bencana, antara lain Dinas PU, Balai jalan, Balai sungai, Balai Pemukiman,” tambahnya.

“Balai itu sudah memberikan bantuan, yaitu alat berat ekskavator, dari Balai Sungai satu, dari Balai Jalan satu, kemudian dari Balai Pemukiman itu ada mobil tangki prasarana air bersih, kemudian ada satu ekskavator mini dari Kabupaten Bone Bolango,” lanjutnya.

Baca Juga: Banjir Di Patilanggio Diduga Berhubungan Dengan Aktivitas Tambang

Untuk itu, Sumarwoto berharap kepada masyarakat untuk tetap bersabar. Karena tahapan untuk membersihkan sisa lumpur dan kayu-kayu dibawah banjir akan difokuskan pada tempat-tempat yang paling dianggap rawan. Namun, setelah jalan-jalan termasuk rumah warga akan dibantu dibersihkan.

“Memang skala lumpur dan material itu banyak sekali, tidak mungkin dalam waktu yang singkat langsung selesai, dan ini bertahap. Mulai dari tempat-tempat yang membahayakan dulu itu diselesaikan, kemudian bertahap nanti masuk ke jalur-jalur yang disekitar warga. Masyarakat diminta untuk bersabar,” jelasnya.

Selain itu, dijelaskan juga kurang lebih 826 Kepala keluarga atau 374 Ribu jiwa di dua kecamatan yakni Bulawa dan Bone Raya, yang terkena dampak dari bencana banjir bandang dan tanah longsor tersebut.

 

 

Pewarta: Hendra Setiawan