Benarkah Tes Psikologi Pilkada Tahun Ini Berbeda? Begini Tanggapan Bakal Calon

60DTK, Gorontalo – Uji tes kesehatan untuk setiap Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Bupati dan Wakil Bupati sudah pada tahap Tes Psikologi. Tahapan ini meninggalkan kesan dan pengalaman tersendiri bagi setiap Bakal Calon. Tes Psikologi tersebut dipusatkan di RSUD Aloe Saboe Kota Gorontalo, Rabu (9/09/2020).

Tes psikologi kali ini dinilai sangat berbeda dengan tes pilkada tahun lalu. Seperti disampaikan Bakal Calon Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo. Ia mengatakan bahwa tes psikologi pada tahun ini, pertanyaan yang diajukan memiliki kerumitan tersendiri.

Nelson P
Bakal Calon Bupati Gorontalo, Nelson Pomalingo. (Foto: Hendra 60DTK)

“Saya dan teman-teman mengikuti uji psikologi, jadi tadi memang agak panjang, kelihatannya menguji kecerdasan, menguji kecepatan kita berpikir, Kalau saya lihat ini lebih ruwet dibanding yg lalu, kalau yang lalu lebih santai, mungkin karena ingin mendapatkan yang terbaik,” ungkap Nelson usai melakukan tes psikologi.

Begitupun yang disampaikan oleh Bakal Calon Bupati Bone Bolango, Ruslianto Monoarfa. Ia mengungkapkan uji tes yang ia ikuti sejak pagi tadi cukup menegangkan dan sangat menguras tenaga. Berbagai pertanyaan merujuk bagaimana seorang pemimpin dalam membawa daerahnya menjadi lebih baik.

Rusliyanto Monoarfa
Bakal Calon Bupati Bone Bolango, Ruslianto Monoarfa. (Foto: Hendra 60DTK)

“Alhamdulillah cukup menegangkan juga, karena ini pertanyaan mengenai kemampuan dari calon kepala daerah, untuk bisa menghadapi situasi yang sangat sulit, jadi tes ini digunakan untuk mengukur sejauh mana kepala daerah itu mampu menghadapi dan mengatasi, dan juga punya solusi,” ungkap Ruslianto.

Selain itu, Bakal Calon Bupati Bone Bolango, Hamim Pou menerangkan, meskipun ini pengalaman yang sudah ke dua kalinya, namun baru kali ini ia mendapatkan pertanyaan tes psikologi seperti ini. Namun kata dia, semua pertanyaan bisa terjawab dengan baik.

Hamim Pou
Bakal Calon Bupati Bone Bolango, Hamim Pou. (Foto: Hendra 60DTK)

“Ini menguji tentang diri kita, kejujuran kita, ada juga tes syaraf, apakah hafalan kita masih relatif kuat, tadi juga bagaimana menggambarkan pukul 10 kurang 10 teman-teman wartawan pasti akan mengalami kesulitan. Ujian ini tentang, kemanusiaan dan tentang keberadaan kita semua, insa Allah tidak ada kesulitan, tadi ada 225 ditambah tes wawancara dua jam,” kata Hamim.

Sama halnya yang disampaikan Bakal Calon Bupati Bone Bolango lainnya yakni Moh Kilat Wartabone. Ia sangat terkesan dengan semua tes yang ia ikuti. Menurutnya tes psikologi ada suka dan dukanya. Dan semuanya ujian yang diikuti semuanya menuju pada satu tujuan, yakni sebagai seorang pemimpin apa solusi terbaik dalam menghadapi satu masalah.

Moh. Kilat Wartabone
Bakal Calon Bupati Bone Bolango, Moh. Kilat Wartabone (Foto: Hendra 60DTK)

“Pasti kalau soal isi mengisi pasti ada yang rumit, ikut tes ini ada perasaan senang ada dukanya, di pertanyaan itu pasti ada yang sulit ada yang gampang, dan itu tetap dijawab,” terang Kilat.

 

 

Pewarta: Hendra Setiawan