Berkat DD, ‘Desa Sangat Tertinggal’ Di Gorontalo Tersisa Satu

  • Whatsapp
Dinas Pemberdayaan Masyarakat
Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Gorontalo. (Foto: Hendra 60DTK)

60DTK, Gorontalo – Berdasarkan data dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat  dan Desa (PMD) Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Admindukcapil) Provinsi Gorontalo, bahwa pada tahun 2020 ini, desa mengalami progress peningkatan, baik dari pembangunan maupun tingkat ekonomi. Sangat membanggakan, saat ini desa dengan kategori ‘Sangat Tertinggal’ tersisa satu desa, yakni berada di Kabupaten Boalemo. Ini tidak lepas dari penggunaan Dana Desa (DD) yang tepat sasaran.

Kepala Bidang Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa PMD Admindukcapil Provinsi Gorontalo, Debby I.M. Habibie, mengungkapkan sejak tahun 2016 data desa ‘Sangat Tertinggal’ berjumlah 30, pada tahun 2019 itu berkurang menjadi 7 desa. Hingga pada tahun 2020  tersisa satu desa.

Bacaan Lainnya
Debby I.M. Habibie
Kepala Bidang Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa PMD Admindukcapil Provinsi Gorontalo, Debby I.M. Habibie, Saat Ditemui Awak Media di Ruang Kerjanya, Selasa (20/10/2020). Foto: Hendra 60DTK

 

“Dana Desa ini kontribusinya untuk desa sangat membantu. Karena begitu dikeluarkan kebijakan pemerintah pusat itu, pada 2020 ini sudah masuk tahun ke enam, jumlah total yang diperoleh Gorontalo sudah mencapai Rp. 2 Triliun lebih,” ungkap Debby saat ditemui diruang kerjanya, Selasa (20/10/2020).

Baca Juga: Aplikasi E-JPS Mulai Dikembangkan Oleh Pemprov Gorontalo

“Pastinya Dana Desa ini sangat berkontribusi besar khususnya pada peningkatan status desa. Karena dari desa yang ada di Provinsi Gorontalo untuk  indeks desa membangun yang Sangat Tertinggal itu hanya tersisa satu, yaitu Desa Dulupi, Kabupaten Boalemo,” lanjutnya.

Meskipun pada tahun ini penggunaan dana desa lebih difokuskan pada Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk masyarakat yang terdampak Covid-19, itu tidak mempengaruhi sektor peningkatan dan pembangunan desa.

“Di 2020 ini penggunaan dana desa sangat berbeda pada tahun 2019 dan tahun-tahun lalu. Kali ini ada tiga prioritas yang diatur dan disesuaikan dengan kondisi pandemic Covid-19. Yakni Bantuan Langsung Tunai, Kedua kegiatan peningkatan sarana dan padat karya, namun hal itu tidak memperngaruhi peningkatan dan pembangunan desa” jelasnya.

Baca Juga: Realisasi Fisik Triwulan III Pemerintah Provinsi Gorontalo Melebihi Target

Kata dia, akumulasi data keseluruhan menyatakan bahwa desa di Provinsi Gorontalo termasuk dalam kategori Desa Berkembang. Hal itu dibuktikan dari 657 desa, sudah ada 445 Desa yang masuk dalam kategori Desa Berkembang.

“Kalau kita melihat akumulasi seluruh, bisa ditetapkan bahwa Dana Desa yang ada di Provinsi Gorontalo ini, menyatakan bahwa masuk dalam kategori Desa Berkembang. Dari 657 Desa itu sudah ada 445 Desa yang berkembang yang tersebar di setiap Kabupaten di Gorontalo,” pungkasnya.

 

 

Pewarta: Hendra Setiawan

Pos terkait