Bertemu Rusli Habibie, Nelson dan Toni Uloli Bahas Pilgub Gorontalo

60DTK, Politik – Perhelatan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Gorontalo sudah tidak lama lagi, karena periode ke dua jabatan Rusli Habibie dan Idris Rahim tinggal tersisa kurang lebih hanya setahun lagi. Bahkan tahapan Pilgub Gorontalo digadang-gadang akan dimulai pada akhir tahun 2021 ini.

Pertanyaan tentang siapa yang akan melanjutkan pemerintahan di Provinsi Gorontalo ke depan, saat ini terus menguat. Pasalnya, belum ada sosok yang memastikan diri dan secara terbuka menyampaikan akan bertarung dalam pesta demokrasi lima tahunan itu.

Rusli Habibie, politisi yang kini masih memiliki reputasi cukup besar di dunia perpolitikan Gorontalo pun, belum memberikan pernyataan dukungan kepada sosok manapun. Komunikasi partai politik maupun antar tokoh politik mungkin saja masih sementara dilakukan.

Baca Juga: Issue Calon Kalah Pilkada Kabgor akan Dilantik Ditertawai Warga Desa

Namun baru-baru ini, sebuah foto yang menunjukkan pertemuan antara Rusli Habibie, Nelson Pomalingo dan Toni Uloli beredar luas. Pertemuan itu berlangsung di salah satu resto di jalan Hang Kelir, Jakarta Selatan, Rabu (20/1/2021).

Pilgub Gorontalo
Ketua DPW PPP Provinsi Gorontalo, Nelson Pomalingo (kiri) dan Mantan Wakil Gubernur Gorontalo, Toni Uloli (kanan), Saat Melakukan Pertemuan dengan Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Gorontalo, Rusli Habibie, di Salah Satu Resto Jln. Hang Kelir, Jakarta Selatan, Rabu (20/1/2021). Foto: Istimewa

“Kita hanya bersilaturahim membahas hasil pilkada tiga daerah yang baru saja selesai. Saya tanya ke Pak Nelson apa sudah siapkan baju pelantikan?. Kita juga membahas Pilgub. Belum ada yang pasti, ini baru sebatas komunikasi politik,” kata Rusli Habibie.

Baca Juga: Rusli Habibie: Tujuan Saya Satu, Golkar Tetap Solid

Hingga sampai pertemuan itu terjadi, Ketua DPD I Partai Golkar ini masih juga belum mau menyebut siapa figur yang anggap cocok menggantikannya. Namun demikian, Rusli menilai bahwa banyak tokoh-tokoh di Gorontalo yang memiliki kapasitas dan layak bertarung memperebutkan suara rakyat. Tidak terkecuali dengan tokoh-tokoh internal partai berlambang beringin.

“Ya kita lihat saja nanti, toh semuanya kembali kepada pilihan rakyat. Siapapun yang maju nanti harus dekat dengan rakyat dan memiliki kepedulian serta memperjuangkan kepentingan rakyat. Tidak boleh hanya datang saat kampanye, lalu hilang entah ke mana,” tandasnya. (rls)

Ikuti Kami

Ikuti perkembangan informasi disekitar anda melalui media sosial kami. Ubah hidupmu dengan membaca berita 60dtk.com

Related Articles