Cerita Band Folk Dari Pohuwato

0

60DTK – Gorontalo : Perkembangan Musik folk mulai disenangi dan diantaranya bermunculan Band Folk yang digandrungi kaulah muda. Kecintaan terhadap dunia musik menginspirasi terbentuknya Band Folk ini. Band yang digawangi oleh Kang Ikhwan sebutan akrabnya, Ofri Lantu dan beberapa kawan diantaranya Bayu,Ian Yansans,Ian Mooduto dan Torik.

Ramona Melancholic, Band folk yang berasal dari Pohuwato terbentuk pada tahun 2017. berdirinya Ramona melancholic, dikarenakan kecintaan terhadap musik dan seiring tampil di setiap event bersama pemusik Gorontalo lainnya, seperti Gorontalo Indie dan beberapa perkumpulan peminat Indie atau Folk di Gorontalo. Ramona Melancholic di gagas pertama kali oleh Ofri Lantu atau biasa di sapa Ofri dan beberapa teman.

Nama Ramona Melancholic menurut Penuturan Ofri terinpsriasi dari seorang sahabat yang memberikan saran padanya “Ramona terbentuk pertama kali saya manggung di salah satu Cafe di kota Gorontalo, karena tak punya nama maka seorang teman menyarankan untuk memakai kata Ramona dan saya hanya menambahkan Melancholicnya. Dan tercetuslah Nama Ramona di situ. Setelah mau memutuskan saya ingat pesan seorang kawan juga di bidang musik, kalau mau buat band carilah nama yang berbeda dari nama band biasanya. ” tuturnya.

Pada awal Berdiri, Ofri dengan senang hati memulai karir hanya seorang diri melalui Band ini, pada tahun 2017. Kala itu Ramona masih berpusat di Kota Gorontalo. Sempat mengajak beberapa teman di Gorontalo, tapi tidak bertahan lama.

Setelah berjalannya waktu Ramona mulai di tinggali personel, karena alasan kesibukan masing-masing. Ofri memutuskan untuk balik ke Pohuwato ke kampung halaman. Dan bertemu dengan Kang Ikhwan serta Kawan Lama seperti Bayu,Ian,Torik,dan beberapa kawan lainnya, dengan selera musik dan tujuan yang sama pula.

Akhirnya ramona beralih pusat kegiatannya di Pohuwato, lebih tepatnya di Marisa. Perpindahan dan kekurangan personel tidak serta merta membuat semangat hilang, Ramona malah lebih progres lagi dalam dunia musik.

Ramona sendiri tak punya arti yang bermakna, sedang melancholic terinspirasi dari melankolis. Secara keseluruhan Ofri menambahkan Ramona melancholic tak ada arti, hanya nama orang yang diambil begitu saja, dan pencetus Band ini bukan ia sendiri ada beberapa kawan yang membantu. Jadi, anggapan saya sebagai pencetus saya kira terlalu berlebihan.

Genre Musik yang di usung adalah Folk. Alasan memilki Genre Folk tersebut tidak di tentukan oleh siapapun. Pemilihan genre tak menghalangi mereka menciptakan karya, karena genre masalah kedua. Paling utama karya mereka bisa di dengar dan di nikmati oleh semua lapisan pendengar.

“genre musik kami tetap fokus pada folk, entah di kemudian hari folk tidak di minati kami tetap pada jalan folk itu sendiri. Lagu Ramona sendiri murni di kerjakan dari ide sendiri dan hati, tanpa ada intervensi atau naungan dari manapun” ujar Yansans di sela-sela wawancara.

Beberapa lagu yang telah di buat diantaranya Ku Menyata,ku Kira Waktu Diam, Reuni Dengan Ingatan, dan masih ada beberapa lagu lainnya yang sedang di garap. Ramona sendiri belum sama sekali tampil dengan membawakan lagu ciptaan mereka. “Ramona awalnya memang tak ada personel tetap, kalau bicara tampil untuk membawakan lagu sendiri belum pernah, di tahun kemarin Ramona sering tampil tapi hanya membawakan lagu orang saja bersama anak-anak Gorontalo indie.” ujar Ofri.

“Penciptaan lagu paling banyak dari kang Ikhwan, puisi dari teman saya, dan ada juga dari saya sendiri”. Terang Ofri. Saya sangat bersyukur karena beberapa lagu ciptaan saya dan kang ikhwan ciptakan, mulai kami garap sama-sama dan memulainya dari bawah lagi.

Hanya berbekal semangat, meskipun ada kendala di dana, tapi kami berusaha secara swadaya. Karena dari ketidakadaan uang, kami terus berkarya dan tak mau di intervensi dari pihak apapun . murni dari hati dan di kerjakan sama-sama. “Album yang sedang kita kerjakan juga akan selalu berkorelasi dengan lagu satu dan dengan lagu lainnya”. Tambah Yansans.

Ramona Melancholic sudah di patenkan di pohuwato. selain menandakan bahwa anak muda pohuwato bisa berkarya. meskipun dengan keterbatasan yang melanda, semangat berkarya akan terus terjaga. Ramona sendiri belum seperti Band papan atas atau Band Top lokal lainnya, ada beberapa band indie folk juga di Gorontalo yang lebih bagus. Paling inti adalah bahwa dalam berkarya kita harus saling support, saling mendorong satu sama lainnya, dan bersimbiosis mutualisme. Tambah Ofri.

Mendirikan dan menjaga sebuah band apalagi bergenre Folk seperti Ramona, memang tak memiliki keuntungan yang di perhitungkan. Berawal dari semangat,kerja keras, serta berkarya dengan sepenuh hati.

“Ke depan nanti saya berharap ramona masih terus berkarya dengan idenya, kalau suatu saat nanti bisa terkenal itu adalah akibat dari proses yang kita kerjakan, tujuannya hanya satu berkarya dan terus menginspirasi.” harap Ikhwan. (MangYou)

QR Code

Tinggalkan Balasan