Di Bawah Kepemimpinan Trump, Amerika Keluarkan UU Cuti Orang Tua Untuk Pertama Kalinya

  • Whatsapp
Tatiana Barcellos (37), seorang pegawai untuk Kantor Kejaksaan Federal, bersama putrinya yang berusia delapan bulan, Alice, dan suaminya, Marcelo Valenca (39), seorang guru di sebuah sekolah angkatan laut. (Foto - VOA Indonesia)

60DTK-Internasional: Pemerintah Amerika Serikat baru saja mengeluarkan terobosan penting, yakni cuti orang tua untuk pegawai pemerintahan, yang biasa disebut sebagai parental leave. Untuk menyukseskan ini, Kantor Anggaran Kongres di Amerika Serikat akan menyediakan dana khusus sekitar 8,1 miliar dolar Amerika Serikat, yang akan digunakan untuk menerapkan cuti orang tua selama 10 tahun ke depan.

Memang, dibandingkan negara – negara maju lainnya, Amerika Serikat jauh tertinggal dalam hal cuti orang tua. Ketika di sejumlah negara Eropa misalnya, undang – undang mengizinkan perempuan untuk mengambil cuti melahirkan hingga puluhan minggu dengan tetap menerima gaji, atau di Selandia Baru di mana perempuan bahkan diizinkan mengambil cuti melahirkan selama 18 minggu dengan tetap dibayar, atau mungkin Negeri Kiwi yang bahkan bersiap menambah cuti melahirkan hingga 22 minggu, Amerika Serikat sendiri sebelumnya sama sekali belum memiliki undang – undang khusus untuk cuti orang tua.

Bacaan Lainnya
banner 468x60

Baca juga: Makin Banyak Mobil Listrik, Pemilik Pompa Bensin Di Amerika Mulai Resah

Contoh lainnya, di Inggris, seorang perempuan yang baru melahirkan diperkenankan cuti selama satu tahun penuh atau 52 minggu, di mana 39 minggu di antaranya tetap dibayar. Bulgaria bahkan lebih dahsyat lagi. Negara ini mengizinkan perempuan untuk mengambil cuti melahirkan 59 minggu dengan tetap menerima gaji.

Menurut Organisasi Pembangunan dan Kerjasama Ekonomi OECD, dari daftar 10 negara di dunia yang memberikan cuti melahirkan atau cuti orang tua paling banyak, sebagian besar ada di wilayah Eropa.

Baca juga: Amerika Serikat Mulai Bangun Kemitraan Dengan Organisasi Berbasis Agama

Beruntung, Amerika Serikat pun memutuskan untuk mulai mengikuti jejak negara – negara maju tersebut dengan mengizinkan pegawai pemerintahannya untuk mengambil cuti orang tua selama 12 minggu dengan tetap menerima gaji penuh. Rancangan undang – undang ini lolos dalam kongres pada awal Desember 2019 lalu, kemudian ditandatangani oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump pada 12 Desember 2019. Ini merupakan terobosan pertama dalam sejarah Amerika Serikat.

Namun, ada persyaratan khusus untuk mengambil cuti orang tua ini, yakni hanya diizinkan untuk pegawai yang sudah bekerja selama setidaknya satu tahun, dan siap bekerja setidaknya selama 12 minggu ke depan setelah kembali dari cuti. Meski begitu, cuti orang tua ini baru akan diberlakukan secara resmi pada Oktober 2020. (rls)

 

Sumber: VOA Indonesia

Pos terkait