Dianggap Berpotensi, Menteri PPN/Bappenas Dorong Hilirisasi SDA Gorontalo

60DTK – KOTA GORONTALO : Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Nasional Bambang P.S Brojonegoro meminta pemerintah daerah di Provinsi Gorontalo untuk mulai mendorong hilirasi potensi sumber daya alam. Sektor unggulan seperti jagung, kelapa, sapi dan perikanan harus sudah digerakkan dengan investasi di sektor industri pengolahan.

Hal tersebut disampaikan Bambang saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun 2020 yang digelar di Ruang Dulohupa, Kantor Gubernuran, Senin (1/4/2019).

“Jadi sudah saatnya Gorontalo masuk pada step berikutnya. Kalau sudah kuat di sektor pertaniannya, sektor produksinya, maka masuklah ke nilai tambahnya dengan industrialisasi. Investasi di sektor ini tidak saja meningkatkan nilai tambah produk, tapi juga membuka lapangan kerja yang luas kepada masyarakat,” jelas Bambang Brojonegoro.

BACA JUGA : Sejak Jadi Gubernur, Rusli Turunkan Kebutuhan Mahyani Dari 58 Jadi 48 Ribu

Mantan Menteri Keuangan itu mencontohkan, air kelapa saat ini sudah menjadi komodiitas ekspor dan digemari oleh warga luar negeri. Dalam beberapa kesempatan saat kunjungan luar negeri, ia mendapati air kelapa dalam kemasan sudah dijual di sejumlah negara. Potensi yang harusnya bisa dikembangkan di Gorontalo sebagai salah satu daerah penghasil kelapa.

“Di airport di Singapura saya mendapati ada minuman air kelapa. Ternyata itu produk Filiphina. Begitu juga Australia saya minum di salah satu rumah makan Indonesia yang buka cabang di sana, ternyata air kelapa dalam kemasan berasal dari Sri Langka. Jadi kelapa ini sudah mulai menjadi konsumsi internasional yang harus ada dan dibangun di Gorontalo,” imbuhnya.

BACA JUGA : Wagub : Prioritas Pembangunan Kita Sudah Sejalan Dengan Pembangunan Sulawesi

Ia juga mengingatkan agar masalah perubahan iklim dan kebencanaan harus menjadi prioritas pemerintah daerah. Ia mencontohkan, bencana banjir sudah merenggut 250 Ribu jiwa di Indonesia. 100 ribu di antaranya terjadi di Sentani, Papua beberapa waktu lalu.

“Jadi mohon me-remain lagi lingkungan hidup ini jangan lagi dianggap sebagai sesuatu pelengkap, ia harus dimasukkan sebagai arus utama dalam perencanaan Bappeda. Pertumbuhan ekonomi Gorontalo terganggu oleh masalah lingkungan misalnya kekeringan air tidak cukup untuk mengairi pertanian maka ini menjadi masalah yang serius,” pesan Bambang. (rls)

Sumber : Humas Gorontalo Prov