Gorontalo Ekspor Udang Vaname ke Negeri Sakura

60DTK, Gorontalo – Sejak tahun 2013 sampai 2019 produksi udang di Provinsi Gorontalo Terus meningkat. Tercatat tahun 2013, produksi udang Gorontalo sebesar 993,7 Ton dan meningkat menjadi 11.798,26 Ton pada tahun 2019. Sehingga ini mendorong Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk melakukan ekspor ke Luar Negeri.

Terbukti, pada hari ini Rabu (15/07/2020) Wakil Gubernur Gorontalo, Idris Rahim, melepas ekspor perdana Udang Vaname ke Negara Jepang. Hasil 10,8 ton Udang Vaname produksi PT. Indosukses Mandiri Abadi di Gudang Beku Terintegrasi Desa Molawahu, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, ini diekspor ke Negara Sakura.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Gorontalo saya melepas ekspor perdana Udang Vaname PT. Indosukses Mandiri Abadi dengan tujuan ke negara Jepang,” ucap Idris saat melepas ekspor udang vaname.

Baca Juga: Forkopimda Segera Bentuk Tim Sosialisasi Terkait Kedatangan TKA Ke Gorontalo

Idris juga mengatakan dengan keberhasilan produksi Udang Vaname sebanyak 10.8 Ton mampu dipertahankan. Oleh karena itu PT. Indosukses Mandiri Abadi diharapkan dapat terus konsisten untuk memproduksi Udang Vaname tersebut.

“Saya pernah mencoba menebar benih udang vaname tapi tidak berhasil. Oleh karena itu saya berharap kepada PT. Indosukses Mandiri Abadi untuk membina petambak di Gorontalo dengan memanfaatkan teknologi tepat guna agar produksinya bisa meningkat,” ucap Idris.

“Meski di tengah pandemi Covid-19, Gorontalo bisa mengekspor udang vaname. Saya berharap tidak hanya berhenti pada ekspor perdana ini, tetapi akan ada ekspor-ekspor selanjutnya sehingga bisa menghasilkan devisa bagi negara, serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan petani tambak Gorontalo,” lanjutnya.

Baca Juga: Pemprov Setuju Soal Rencana Pembatasan Berskala Khusus Di Kota Gorontalo

Sementara itu, Direktur PT. Indosukses Mandiri Abadi, Ahmad Junaidi, menjelaskan produksi udang vaname per bulannya itu bisa mencapai kurang lebih 100 ton bahan baku. Produksi tersebut akan terus ditingkatkan untuk memenuhi pasar ekspor dengan mengembangkan dan meningkatkan produksi udang di tingkat petani tambak.

“Kita akan mendorong peningkatan produksi petambak, sehingga otomatis kapasitas pabrik juga akan bertambah,” terang Ahmad. (adv)

 

 

Pewarta: Hendra Setiawan

Ikuti Kami

Ikuti perkembangan informasi disekitar anda melalui media sosial kami. Ubah hidupmu dengan membaca berita 60dtk.com

Related Articles