60DTK.COM – Pemerintah Provinsi bersama Kepolisian Daerah (Polda) Gorontalo terus berupaya meningkatkan luas tanam jagung untuk mengejar target swasembada pangan komoditas jagung.
Hal ini terungkap pada Panen Raya Jagung Kuartal II Nasional yang berpusat di Kabupaten Tuban, Jawa Tengah. Turut hadir langsung Presiden Prabowo Subianto.
Di Gorontalo, panen raya ini berpusat di Desa Molintogupo, Kecamatan Suwawa Selatan, Bone Bolango. Turut hadir pada kesempatan itu Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Widodo, serta Bupati Bone Bolango, Ismet Mile.
Irjen Pol. Widodo mengatakan, perluasan tanam jagung ini memanfaatkan lahan yang telah habis masa Hak Guna Usahanya (HGU).
Data dari Kantor Wilayah Badan Pertanahan Provinsi Gorontalo mengungkap, luas lahan HGU yang telah habis masa penggunaannya yakni 7.497 hektar.
“Kami ada rencana untuk perluasan lahan tanam, karena ada HGU yang mati. Kan tidak terpakai, kami minta ke Pak Gubernur, BPN untuk bisa memanfaatkannya untuk jagung. Yang nanam siapa saja, yang penting untuk jagung. Sehingga kita bisa menambah volume produksi jagung,” ungkap Widodo.
Tahun 2026, Gorontalo menargetkan bisa mencapai luas tanam 190.750 hektar. Progres luas tanam jagung periode 1 Januari hingga 10 Mei telah mencapai 20.289 hektar.
Widodo menambahkan, dalam produksi jagung Kuartal II ini mengalami beberapa kendala seperti perubahan iklim yang berdampak pada peralihan waktu tanam dan panen.
Selain itu, hasil hasil panen dengan kadar air yang bervariasi dia angka 14-20 persen. Ini membutukan alat pengering agar memenuhi standar Bulog.
Sementara itu di tempat berbeda, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan, Panen Raya Jagung Kuartal II tahun 2026 berlangsung di lahan seluas 189.760 hektar yang tersebar di seluruh Indonesia.
Dengan potensi hasil panen sebesar 1,23 juta ton. sebanyak 100 ton hasil panen tersebut rencananya akan diekspor ke malaysia.
Panen raya jagung juga serangkaian dengan peresmian 10 gudang ketahanan pangan Polri dan operasional 166 SPPG Polri tersebar di seluruh Indonesia oleh Presiden Prabowo. (adv)






