Hanya Karena Emas Dibawah Bangunan, Satu Masjid di Pohuwato Terancam Dibongkar

60DTK, Kabupaten Gorontalo – Masa Aksi Pemuda dan Rakyat Provinsi Gorontalo meminta supaya satu masjid yang terletak di Desa Hulawa, Kecamatan Buntuliya, Kabupaten Pohuwato, supaya tidak dirobohkan. Pasalnya, masjid tersebut masih digunakan oleh masyarakat setempat sebagai tempat ibadah.

Di sisi lain, alasan pembongkaran masjid ini juga sangat miris. Menurut mereka, pembongkaran masjid tersebut hanya dilatarbelakangi oleh riset yang mengklaim bahwa dibawah bangunan masjid itu terdapat emas. Sehinganya, pembongkaran masjid ini sudah sangat keterlaluan, karena tempat ibadah dikorbankan hanya untuk kepentingan pertambangan.

“Terinformasi juga, ada salah satu mesjid Buntuliya akan dibongkar hanya karena ada emas di bawah bangunan tempat ibadah tersebut. Dan itu menurut riset mereka, bahwa ada emas di bawah bangunan mesjid itu, sehingga mesjid itu akan di bongkar. Ini sudah sangat keterlaluan, demi kepentingan pribadi tempat ibadah pun dikorbankan,” ujar Paris Jafar saat menggelar aksi damai di depan Polda Gorontalo, Kamis, (24/9/2020).

Baca Juga: Masa Aksi Duga Ada Oknum Penegak Hukum Terlibat Mafia Tambang Di Pohuwato

Andai masjid itu akan tetap dibongkar, masa aksi mengingatkan bahwa mereka akan melakukan aksi yang lebih besar. Lebih dari itu, masalah ini juga akan di laporkan ke Mabes Polri, sekaligus dengan aktivitas pertambangan ilegal yang juga berada di Pohuwato.

Khusus aktivitas tambang ilegal ini, mereka menilai bahwa hal itu sudah sangat meresahkan masyarakat. Betapa tidak, alat berat yang digunakan oleh penambang sudah cukup merusak lingkungan sekitar.

“Kami pastikan, kami akan mendatangi Mabes Polri untuk melaporkan persoalan ini. Pertambangan ilegal sudah meresahkan dan merusak lingkungan. Kami ingatkan, jika sampai bangunan masjid itu akan dibongkar hanya demi kepentingan tambang liar, kami tidak akan sungkan-sungkan menggelar aksi besar-besaran,” tegasnya.

Baca Juga: Tiga Warga Tersengat Listrik Sementara Memasang Tenda, Satu Meninggal Dunia

Untuk diketahui, massa aksi Pemuda dan Rakyat Provinsi Gorontalo melakukan aksi di tiga tempat berbeda. Selain di Polda Gorontalo, mereka juga melakukan aksi di DPRD Provinsi Gorontalo dan Kantor Gubernur Gorontalo.

Ada empat yang mereka aspirasikan. Pertama, meminta Polda Gorontalo untuk menutup dan menghentikan aktivitas tambang ilegal di Kabupaten Pohuwato. Ke dua, menindak tegas oknum aparat yang menjadi mafia pertambangan. Ke tiga, mendesak Kapolda Gorontalo mengusut tuntas pemukulan terhadap Kapolsek Popayato Barat dan penyerangan Polsek Popayato Barat. Keempat, meminta Kapolda Gorontalo untuk mencopot jabatan Kapolres Pohuwato.

 

 

Sumber: Prosesnews.id

Penulis: Andrianto S. Sanga