Idah Syahidah Perjuangkan Bantuan untuk Lembaga Keagamaan di Gorontalo

60DTK, Gorontalo – Keberadaan Idah Syahidah di kursi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI), telah membawa banyak keuntungan bagi lembaga, instansi pemerintah, maupun masyarakat Gorontalo.

Baru-baru ini, salah satu anggota Komis 8 itu telah menjembatani pemberian bantuan operasional dari Kementerian Agama RI untuk 29 pondok pesantren, 174 taman pengajian Alquran (TPA), serta 55 Madrasah Diniyah Takmiliyah. Jika dinilai dengan rupiah, bantuan tersebut kurang lebih sebanyak Rp. 3 Miliar.

Menurut Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenang) Provinsi Gorontalo, Syafrudin Baderung, bantuan operasional tersebut tentu sangat membantu pondok pesantren, TPA, maupun Madrasah Diniyah Takmiliyah, yang ikut terdampak pandemi covid-19.

“Kita apalagi di Gorontalo, tentu belum sehebat pondok pesantren yang ada di Jawa. Mudah mudahan dengan adanya ibu Idah Syahidah di komisi 8, membantu menyuarakan ini,” kata Syafrudin Baderung, Senin (5/10/2020).

Baca Juga: Idah Syaidah Perjuangkan Bantuan Alat Pendeteksi Banjir Ke BNPB

Syafrudin mengakui, bantuan itu memang sudah menjadi program nasional untuk banyak daerah di Indonesia, termasuk Provinsi Gorontalo. Namun berkat bantuan Idah Syahidah, Provinsi Gorontalo mendapatkan bantuan dengan nilai yang lebih besar.

Hal senada juga dijelaskan oleh Kabid Pendidikan Agama dan Pendidikan Agama Islam, Misnawati Nuna. Menurutnya, dari 200 lembaga TPA yang diusulkan untuk peroleh bantuan operasional, Idah Syahidah mampu meloloskan 174 diantaranya.

“Terkait bantuan operasional, Kementerian Agama telah mengucurkan anggaran sekitar Rp 900 juta. Syukur, Ibu Idah Syahidah bisa membawa sebesar lebih kurang Rp. 3 milyar,” ungkapnya.’

Baca Juga: Rusli Habibie Ingin Idah Syaidah Gabung Di Komisi VIII

Misnawati menilai, bertambahnya bantuan itu adalah suatu hal positif, dan sangat diharapkan oleh lembaga keagamaan yang ada di Provinsi Gorontalo. Is memastikan seluruh bantuan itu sudah terdistribusi. Untuk TPQ dan madrasah Diniyah Takmiliyah masing-masing diberikan senilai Rp 10 juta, sedangkan pondok pesantren kategori kecil 25 juta, dan pondok pesantren kategori sedang Rp 40 juta.

“Dari 29 itu (Pondok Pesantren) ada 4 pondok mendapat Rp 40 juta, dan sisanya Rp 25 juta. Pondok pesantren yang dapat itu adalah yang mengantongi izin operasional,” tandasnya.

 

 

Sumber: Hulondalo.id

Penulis : Andrianto S. Sanga