Idris Rahim: Penyuluh KB dan Kader BKKBN Ujung Tombak Penurunan Stunting

60DTK, Gorontalo – Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim mengatakan Penyuluh KB dan Kader BKKBN merupakan ujung tombak penuntasan masalah stunting di Provinsi Gorontalo.

“Penyuluh KB dan kader BKKBN harus menjadi ujung tombak dalam penanganan stunting di Gorontalo,” ujar Idris pada Rapat Kerja Daerah Kemitraan Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (KB) Tahun 2021, Senin (5/4/2021).

Data Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo berdasarkan e-PPGBM atau aplikasi elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat, prevalensi stunting di Gorontalo pada tahun 2020 sebesar 11,1 persen atau 5.693 anak dari jumlah yang diukur sebanyak 51.515 anak.

Rakerda BKKBN Gorontalo dibuka Wakil Gubernur
Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim memberi sambutan pembukaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) BKKBN Provinsi Gorontalo secara, Senin (5/4/2021). Foto: Gusti.

Prevalensi stunting tersebut terus menurun di mana sebelumnya pada tahun 2018 dan 2019 masing-masing mencapai 17 persen dan 16,3 persen.

BKKBN Provinsi Gorontalo akan menurunkan 150 penyuluh KB dan 3.430 kader untuk percepatan penurunan stunting. BKKBN akan melaksanakan sosialisasi dan advokasi melalui promosi, serta kegiatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) pada pengasuhan 1.000 Hari Pertama Kelahiran (HPK) dengan jumlah 25.477 yang terbagi di empat kabupaten di Provinsi Gorontalo.

“BKKBN tidak bisa bekerja sendiri, tetapi seluruh unsur terkait harus bahu membahu untuk mewujudkan pembangunan keluarga bebas stunting,” tukas Idris. (adv)

Ikuti Kami

Ikuti perkembangan informasi disekitar anda melalui media sosial kami. Ubah hidupmu dengan membaca berita 60dtk.com

Related Articles