Ini Realisasi Fisik dan Keuangan Kota Gorontalo Hingga Juni 2022

  • Whatsapp
Wali Kota Gorontalo, Marten Taha (tengah) saat memberikan arahan sekaligus membuka kegiatan rapat koordinasi dan evaluasi penyerapan anggaran Kota Gorontalo triwulan II tahun 2022 yang berlangsung di Kabupaten Boalemo, Sabtu (16/07/2022). (Foto: Humas Pemkot Gorontalo)

60DTK, Boalemo – Realisasi pembangunan fisik yang dilaksanakan Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo hingga akhir Juni 2022 telah mencapai 42,24 persen. Meski belum mencapai terget yang ditentukan yakni 59,07 persen, progres ini disebut sudah cukup baik.

“Dari laporam Bagian Administrasi Pembangunan, realisasi di Kota Gorontalo mengalami kenaikan dibanding tahun 2021,” ungkap Wali Kota Gorontalo, Marten Taha, saat membuka rapat koordinasi dan evaluasi penyerapan anggaran Kota Gorontalo triwulan II tahun 2022, yang berlangsung di Kabupaten Boalemo, Sabtu (16/07/2022).

Bacaan Lainnya

Seperti halnya realisasi fisik, Marten mengungkapkan penyerapan anggaran Pemkot Gorontalo hingga triwulan II ini juga belum telalu maksimal. Dari target 52,54 persen, realisasinya baru 34,33 persen.

Menurutnya, ada beberapa sebab capain keuangan pemerintah daerah sedikit lambat. Mulai dari keterlambatan penerbitan SK pengelola keuangan, sejumlah kegiatan masih menunggu petunjuk teknis, serta format kegiatan masih memerlukan penyesuaian belanja berdasarkan standar biaya umum (SBU) dan standar satuan harga (SSH) yang ada dalam sistem informasi pemerintahan daerah (SIPD).

Kendala lainnya, adanya keterlambatan lelang, daftar belanja di e-katalog (aplikasi belanja online) yang belum lengkap, keraguan OPD memulai kegiatan karena perencanaan kurang matang, dan format pelaksanaan kegiatan yang memerlukan penyesuaian karena perubahan SBU dan SSH.

“Bagi OPD yang mendapatkan alokasi melalui DAK dan DID, segera mengajukan surat permintaan pembayaran (SPP) dan surat perintah membayar (SPM),” pinta Marten.

Khusus dana PEN, Ia meminta supaya penyerapannya dipercepat, mengingat realisasi terhadap pencairan tahap I dan II baru 43,77 persen. Padahal, pada bulan September nanti serapannya harus sudah menyentuh angka 90 persen.

“Masih ada 46,23 persen yang harus dikejar kurang lebih dua bulan ke depan,”pungkas Marten. (adv)

 

Pewarta: Andrianto Sanga

Pos terkait