Jika Harga Komoditas Melonjak Menjelang Natal, Pemprov Sudah Siap Dengan Operasi Pasar

60DTK – GORONTALO : Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Gorontalo telah mempersiapkan sejumlah strategi untuk menjaga ketersediaan stok dan harga komoditas menjelang perayaan natal dan tahun baru. Hal ini dibahas dalam High Level Meeting (HLM) yang dipimpin Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim berlangsung di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI), Jumat (6/12/2019).

“Seminggu jelang Natal dan tahun baru saya minta TPID Provinsi Gorontalo dan kabupaten/kota untuk turun ke lapangan memantau dan memastikan ketersediaan pasokan komoditas strategis terdistribusi dengan baik,” Imbuh Wagub Idris Rahim

Jika terjadi fluktuasi harga, lanjut Idris, utamanya terhadap komoditas pangan yang dibutuhkan oleh masyarakat, maka pemerintah berkewajiban untuk hadir di tengah-tengah masyarakat melalui kegiatan operasi pasar.

BACA JUGA : Ada Bahan Pokok Murah Di Toko Tani Indonesia Center

Penegasan ini ditindaklanjuti Wagub dengan menginstruksikan kepada Dinas Kumperindag, Dinas Pertanian, serta dinas terkait lainnya untuk berkoordinasi dengan Bulog Sub Divre Gorontalo untuk secara terus menerus memantau kondisi pasar dan segera melakukan operasi pasar jika terjadi kenaikan harga yang tidak wajar untuk menjaga stabilitas inflasi.

“Apapun yang kita kerjakan tetapi jika pertumbuhan ekonomi rendah dan tingkat inflasi kita tidak jaga bersama-sama, maka tidak ada gunanya kita sebagai aparat pemerintah. Oleh karena itu saya minta sama-sama kita bersinergi untuk mengendalikan tingkat inflasi dengan cara memastikan ketersediaan pasokan dan keterjangkauan harga kebutuhan pokok masyarakat,” tandasnya

Pada HLM tersebut Kepala Perwakilan BI Gorontalo Budi Widihartanto mengungkapkan realisasi inflasi Provinsi Gorontalo periode November 2019 tercatat sebesar 0,23 persen month to month (mtm). Tingkat inflasi tersebut lebih tinggi dari inflasi pada bulan Oktober 2019 yang tercatat sebesar 0,02 persen mtm.

BACA JUGA : BULOG Gorontalo Pastikan Harga Kebutuhan Pokok Stabil Sampai Akhir Tahun

“Tekanan inflasi November 2019 didorong oleh peningkatan inflasi volatile food yang didominasi oleh kelompok bahan makanan yang menyumbang inflasi sebesar 1,34 persen,” ujar Budi.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik Provinsi Gorontalo, dari 10 komoditas yang mengalami inflasi pada November 2019, penyumbang inflasi terbesar adalah tomat sayur dengan kontribusi sebesar 1,10 persen. Penyumbang tingkat inflasi berikutnya yaitu cabai rawit dengan kontribusi 0,37 persen, disusul oleh apel, bawang merah, mujair, serta ikan nila berada pada posisi kesepuluh dengan konstribusi sebesar 0,02 persen. (adv)

Sumber : Humas Gorontalo Prov 

Comments are closed.