Kasus Pindah Makam Terjadi Lagi, Rusli Percepat TPU di Gorontalo

60DTK – Kabila : Gubernur Gorontalo Rusli Habibie prihatin sengketa lahan pekuburan antar keluarga kembali terjadi di Gorontalo. Dua bulan yang lalu terjadi di Kabupaten Gorontalo Utara. Kini persoalan yang sama kembali terjadi di Kabupaten Bone Bolango. Apalagi permasalahan itu, beritanya sampai viral dan menyebar kemana – mana.

 

Oleh karena itu, Rusli Habibie berencana mempercepat proses pembebasan lahan untuk dijadikan lahan Tempat Pekuburan Umum (TPU) bagi warganya. Sudah ada 3 lokasi yang disiapkan oleh Pemerintah Provinsi untuk dijadikan tempat Pemakaman Umum.

 

“Kita sudah siapkan lahan pekuburan di Kota Barat, Sipatana, dan di Kecamatan Tapa. Tinggal kita pagar dan kita umumkan kepada masyarakat (untuk jadi pemakaman umum). Kita siapkan juga mobil jenazahnya. (Kapan itu bisa dilaksanakan) saya belum bisa jawab, karena yang ngurus itu lagi umroh. Pokoknya kita usahakan secepatnya,” Kata Rusli Habibie saat Menziarahi dua makam yang dipindahkan di Desa Toto Selatan Kecamatan Kabila Kabupaten Bone Bolango, Minggu (13/1/2019)

 

BACA : Akibat Beda Pilihan Politik, Dua Makam di Bone Bolango Dibongkar

 

Atasnama Gubernur dan Pemerintah Provinsi Gorontalo, Rusli Habibie menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga Sarco Pomontalo, korban pemindahan makam suami dan cucunya di Desa Toto Selatan, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango.

 

Pemindahan makam tersebut selama dua hari terakhir menjadi viral di media sosial dan menjadi buah bibir warga. Rusli mengaku malu dan prihatin atas peristiwa tersebut. Rusli meminta maaf kepada seluruh masyarakat atas peristiwa tersebut.

 

“Saya sebagai gubernur memohon maaf yah? Suadara Awano itu juga warga saya, kalau sudah berbuat yang seperti menyakitkan saudaranya, saya yang minta maaf. Watiya mohile ambungu toli ibu (saya meminta ampun kepada ibu, Bahasa Gorontalo),” ucap Rusli

 

Gubernur Rusli juga meluruskan sejumlah pemberitaan yang beredar bahwa makam yang dipindahkan sudah berusia 26 tahun. Padahal faktanya, belum sampai tiga tahun lalu. Ia juga menampik kabar bahwa peristiwa tersebut ada kaitannya dengan pileg dan pilres 2019 nanti. Menurutnya, peristiwa tersebut adalah kesalahpahaman antar keluarga.

 

“Kalau dilihat dari cerita ini tadi, tidak ada hubunganya dengan partai. Mau Golkar mau Nasdem itu tidak ada. Apalagi ti ibu ini (Sarco) bukan politisi. Saya mau clearkan bahwa ini tidak ada masalah, cuma mungkin salah paham,” tandasnya.(rls/rds)