Kehadiran TTIC di Gorontalo sebagai Upaya Menjaga Ketahanan Pangan Lokal

  • Whatsapp
Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Darda Daraba didampingi Wakil Ketua TP-KK , Kepala BI, Kadis Pangan Provinsi Gorontalo saat meresmikan Toko Tani Indonesia Center (TTIC), yang beralamat di Jl. Hi. AR Koniyo, Kelurahan Biawu, Kec. Kota Selatan, Kota Gorontalo, Rabu, (12/02/2020). Foto : Nova/Humas.

60DTK – Kota Gorontalo : Kehadiran Toko Tani Indonesia Center (TTIC) di Gorontalo, menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan lokal.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Darda Daraba saat meresmikan TTIC yang beralamat di Kelurahan Biawu, Kecamatan Kota Utara, Kota Gorontalo, Rabu (12/02/2020).

Bacaan Lainnya
banner 468x60

Darda menuturkan, selain menjaga ketahanan pangan lokal, kehadiran toko ini diharapkan mampu menyediakan pangan yang harganya bisa dijangkau oleh masyarakat. Selain itu, stok dan kualitas dari pangan tersebut harus terjamin.

“Toko penyedia bahan pangan ini, memang sasarannya untuk mendapatkan bahan pangan. Jadi bahannya harus tersedia dan harus terjangkau oleh masyarakat. Dan Alhamdullilah, dua-duanya bisa di dapat antara keterjangkauan dan ketersediaan”, jelas Darda.

Lebih lanjut Darda mengungkapkan, keuntungan dari hadirnya toko ini juga untuk menstabilkan harga-harga pangan di Provinsi Gorontalo. Sebab, harga pangan yang nantinya akan dijual di TTIC sesuai dengan harga dari para petani.

“Biasanya, harga pangan di pasar itu cenderung naik. Nah, di toko sini sudah dipastikan murah sesuai dengan yang dijual oleh para petani. Hadirnya toko ini untuk menstabilkan harga-harga di toko maupun di pasar”, lanjutnya.

Ditambahkan oleh Kepala Dinas Pangan Provinsi Gorontalo Sutrisno, TTIC Gorontalo merupakan bagian dari TTIC yang dibangun di berbagai daerah. Toko ini menampung dan menjual berbagai kebutuhan komoditi.

“Toko ini memfasilitasi para gaptokan, distributor, pelaku usaha, para petani untuk menjual hasilnya melalui toko ini dengan harga dari mereka langsung”, ungkap Sutrisno.

Ia mencontohkan, jika harga komoditi seperti cabe yang harganya melonjak 50-70 ribu, maka di TTIC dijual dengan harga yang lebih rendah sesuai dengan harga petani Rp45.000 per kilo. Begitu pula dengan beras yang hanya dijual Rp8.000 jika harga di pasar biasanya Rp11.000 per kilo.

Pada peresmian itu, turut hadir Wakil Ketua TP. PKK Provinsi Gorontalo Nurindah Rahim, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Gorontalo dan beberapa undangan lainnya.

Diserahkan pula bantuan berupa bibit cabe kepada masyarakat di Keluarahan Biawu dan juga digelar bazar yang menjual hasil pangan dengan harga murah. (adv)

Pos terkait