Kelebihan Banuroja akan jadi Contoh Bagi Desa di Indonesia

60DTK, Gorontalo – Menteri Desa, Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar akan menjadikan kelebihan Desa Banuroja di Gorontalo menjadi contoh bagi desa-desa lain di Indonesia.

Hal itu disampaikannya saat mendeklarasikan Forum Pemuka Masyarakat Cinta Desa (FORPEACE) di Desa Banuroja, Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato, Sabtu (19/9/2020). Ia mengatakan, hal tersebut sebagai upaya untuk mencapai target pembangunan yang berkelanjutan atau Sustainble Development Goals (SDGs).

“Saya akan membawa Desa Banuroja dan desa-desa seperti ini mendunia. Kita akan bawa Desa Banuroja ini ke desa-desa lain di Indonesia sebagai model pembangunan desa,” terang Mendes PDTT.

Dengan demikian kata Halim, target SDGs akan terlampaui pada tahun 2023 dengan indicator desa tanpa kemiskinan dan kelaparan, desa yang peduli pendidikan dan lingkungan serta desa yang memberi peran yang lebih maksimal kepada perempuan.

Sementara itu terkait dengan FORPEACE, Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim berharap bahwa forum ini bisa diimplemetasikan oleh seluruh pemuka masyarakat desa di Provinsi Gorontalo.

“Negara kita majemuk, sehingga itu perlu disatukan, seperti halnya di Desa Banuroja ini. Meski warganya berasal dari multi etnis dan agama, tetapi Banuroja adalah desa yang paling aman dan tentram,” ungkap Idris.

Hadir pada deklarasi tersebut, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol. Boy Rafli Amar, Wakil Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof. Hariyono, Bupati Pohuwato Syarif Mbuinga, Rektor Universitas Negeri Gorontalo Eduart Wolok, Forkopimda Provinsi Gorontalo dan Kabupaten Pohuwato, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Pada kegiatan itu juga ditandatangani prasasti FORPEACE, prasasti Desa Damai Berkeadilan, serta prasasti Desa Banuroja sebagai Desa Pancasila. (adv/ksm)