Majemuk Dalam Agama, Indonesia Harus Jaga Kerukunan

60DTK – GORONTALO – Radikalisme dan isu teroris yang marak terjadi sering mengatasnamakan nama agama. Menyikapi Hal tersebut, Indonesia butuh Sumber Daya Manusia yang berkualitas sebagai benteng pertahanan dalam menjaga kerukunan dan keberagaman indonesia.

Hal ini disampaikan, Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama, Kementrian Koordinator Bidang Pembangunan Manusa dan Kebudayaan RI Agus Sartono, saat menjadi keynote speaker pada kegiatan Rapat Koordinasi Pemeliharaan Kerukunan Umat Beragama Melalui Program Ormas Keagamaan dengan tema “Harmoni Dalam Keberagaman”, yang dilaksanakan oleh Kemenko PMK RI bekerjasama dengan Kakanwil Agama Provinsi Gorontalo, Kamis, (7/11/2019) yang berlangsung di Balroom Hotel Horizon Gorontalo.

BACA JUGA : Didampingi Sejumlah OPD, Wagub Gorontalo Tinjau Progres Pembangunan Infrasturktur

“Sejatinya Indonesia masyarakatnya majemuk, bukan hanya dari suku, budaya, bahasa, maupun ras, tetapi juga majemuk dalam agama. Hal demikian juga yang saya lihat di Gorontalo, dengan filosofi  adat bersendikan sara, sara bersendikan qhitabullah, Gorontalo termasuk wilayah yang aman dari isu hoaks terkait radikalisme,”kata Agus

Pada kesempatan itu, Agus juga menambahkan, koordinasi pemeliharaan kerukunan umat beragama ini diharapkan pemerintah tidak hanya fokus terhadap pembangunan infrastruktur,tetapi juga pembangunan kualitas manusia. Ia menambahkan, pada dasarnya infrastruktur memang merupakan syarat utama supaya suatu wilayah terlihat lebih maju, tetapi infrastruktur yang baik juga tidak akan ada artinya kalau kualitas SDM tidak dibangun.

Wakil Gubernur Gorontalo Idris Rahim, saat membuka acara tersebut mengungkapkan, di Gorontalo sendiri memang mayoritas agama islam, tetapi pemerintah tidak mengenal mayoritas dan minoritas, yang dilihat adalah kualitas umat beragama itu sendiri. Karenanya, rapat koordinasi pemeliharaan kerukunan umat beragama ini sangat diperlukan.

BACA JUGA : Dukcapil Beberkan Hasil Perekaman KTP El Gorontalo Ke Wagub

“Atas nama Pemprov Gorontalo kami sangat berterimakasih dan apresiasi dengan dilaksanakannya rapat koordinasi ini. Kami di Gorontalo sendiri, yakin setiap agama menghargai kebhinekaan. Dengan adanya ormas keagamaan ini juga diharapkan, bisa membantu pemerintah mengatasi konflik-konflik yang mengedepankan isu isu agama,” tuturnya.

Rapat koordinasi pemeliharaan kerukunan umat beragama melalui program ormas keagamaan dengan tema “harmoni dalam keberagaman”ini juga dihadiri oleh tokoh-tokoh agama, Kepala Kemenag se Kabupaten / Kota, serta penyuluh lintas agama. (adv)

Sumber : Humas Gorontalo Prov 

Comments are closed.