Mapala Cagar Gandeng BMKG, Sosialisasikan tentang Pentingnya Mitigasi Bencana.

60DTK – Daerah : Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Cagar bersama Badan Metereologi,Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menggelar seminar nasional dengan tema Pentingnya Mengidentifikasi Bencana Gorontalo melalui Sesar Aktif. Seminar ini dilakukan di gedung Dharma Wanita Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Sabtu, (24/11/2018).

Seminar ini diadakan guna untuk memberi pengetahuan kepada masyarakat tentang sesar aktif yang ada di Gorontalo.

Pramono selaku anggota Mapala Cagar mengatakan, seminar seperti mitigasi bencana harus di galakan. entah sebelum atau sesudah bencana itu terjadi.

“yang selalu tidak dipahami oleh masyarakat atau pemerintah, ialah tentang pentingnya mitigasi bencana. Apalagi Gorontalo sendiri memiliki sesar aktif.” Ujarnya

Pihak BMKG sendiri selalu memberikan dukungan terhadap kegiatan yang mengarah kepada mitigasi bencana, entah yang dilakukan oleh organisasi mahasiswa atau yang dilakukan oleh organisasi masyarakat. Dalam seminar ini pun, pihak BMKG di wakili oleh Bahtiar dalam memberikan materi tentang pengenalan jenis-jenis bencana dan cara menghadapi jika bencana itu terjadi.

Dalam materi mitigasi bencana,Bahtiar menyebutkan ada beberapa daerah di Gorontalo yang rawan bencana. Seperti Daerah Kota Gorontalo Rawan banjir, jika curah hujan tinggi beserta daerah Boalemo, dan Longsor di beberapa daerah seperti Kabupaten Bone Bolango dan beberapa daerahnya lainnya yang ada di Gorontalo.

“Mitigasi Bencana itu sangat perlu, apalagi beberapa daerah yang sudah terkena dampaknya harus jadi pelajaran kita semua.” Jelas Bahtiar dalam pemaparan materinya.

Ia pun menambahkan wawasan masyarakat terhadap bencana harus mulai di sosialisasikan. Melalui kegiatan seminar dan diskusi tentang penanggulangan bencana.

“ada beberapa tahap yang harus kita ketahui dan lakukan tentang bencana tiba.  Diantaranya, 1. Pemerintah dan masyarakat harus melakukan pencegahan dan mitigasi bencana, 2. Kesiapsiagaan terhadap bencana, 3. Harus tanggap dalam keadaan darurat, 4. Melakukan pemulihan atau rehabilitasi dan terakhir 5. Melakukan penataan kembali.” Tambahnya.

Rinawati selaku panitia seminar menjelaskan, kegiatan ini dilakukan untuk memberi pemahaman kepada masyarakat tentang bencana yang ada di sekeliling kita. Apalagi mahasiswa pecinta alam seperti kami, harus lebih giat dan peduli terhadap bencana.

“kami panitia dalam hal ini Mapala Cagar mengajak seluruh mahasiswa dan seluruh lapisan masyarakat agar bisa berkontribusi dalam penanganan jika bencana itu terjadi.” Ujarnya

Sekalipun hanya mahasiswa, kami juga punya tanggung jawab dalam menjaga dan melestarikan bumi. Tambahnya di akhir wawancara. (zm).