Meyke Camaru Komitmen Tuntaskan Pemberian Rumah Layak Huni di Leato Selatan

  • Whatsapp
Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Meyke Camaru saat menggelar reses masa sidang pertama tahun 2021--2022 di Kelurahan Leato Selatan, Selasa (16/11/2021). (Foto: Hendra 60dtk)

60DTK, Gorontalo – Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Meyke Camaru fokus menuntaskan pemberian rumah layak huni (mahyani) kepada masyarakat Kelurahan Leato Selatan, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo.

Daerah yang termasuk dalam SK kumuh ini, kata Meyke menjadi sasaran utama untuk diberikan bantuan berupa rumah layak huni. Ditambah lagi kawasan ini termasuk dalam wewenang Pemprov Gorontalo.

Bacaan Lainnya
Saleh Ibrahim, salah penerima bantuan rumah layak huni yang berada di Kelurahan Leato Selatan. (Foto: Hendra 60dtk)

“Untuk Kelurahan Leato Selatan target saya adalah menuntaskan semua masyarakat yang memiliki rumah tidak layak huni, kita jadikan menjadi layak huni,” ungkap Meyke saat diwawancara usai menggelar reses di kelurahan tersebut.

Sampai dengan tahun 2022 ini, Ia membeberkan kuota rumah layak huni ada 50 unit, maka untuk kelurahan Leato Selatan ditargetkan semuanya bisa dapat.

Baca juga: Diiming-Imingi Keuntungan Besar, Ekwan Ahmad Laporkan Kepala Cabang Bestrofit Futures

Lebih lanjut Ia membeberkan memang sudah ada beberapa nama yang telah mengajukan permohonan atas bantuan tersebut, hanya saja masih terkendala pada sertifikat kepemilikan tanah.

Potret rumah layak huni milik Saleh Ibrahim yang diperjuangkan oleh Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Meyke Camaru. (Foto: Hendra 60dtk)

“Untuk tahun 2021 ini, rumah yang sudah saya realisasikan menjadi rumah layak huni sudah ada delapan unit. Jadi masih ada yang terkendala pada alasan hak kepemilikan tanah, jadi kita menunggu mereka menyelesaikan itu baru kita realisasikan,” jelasnya.

Memang tak sedikit dari masyarakat yang sudah diperjuangkan oleh Politisi Partai Golongan Karya itu telah merasakan dampaknya. Salah satunya Saleh Ibrahim. Ia mengaku sudah dua puluh tahun menantikan bantuan tersebut.

Baca juga: Deprov Gorontalo Menyayangkan Pembuatan Saluran Tersier di Tuladenggi yang Sebabkan Banjir

“Alhamdulillah, terima kasih saya sampaikan kepada Ibu Meyke. Saya sudah dua puluh tahun ba tunggu bantuan ini. Sudah banyak kali kasih masuk proposal cuma tidak ada,” ujar Ibrahim saat diwawancarai awak media.

Saleh mengaku, pekerjaan yang hanya sebagai ABK di salah satu kapal, menjadikan kondisi keuangannya hanya cukup untuk keperluan setiap hari.

“Ya, dia ini selama ini hanya tinggal di rumah orang tua perempuan. Dia hanya sebagai buruh di kapal saya, jadi penghasilannya hanya pas-pasan,” beber salah satu tokoh nelayan di Kelurahan Leato Selatan, Suardi Darise. (adv)

 

Pewarta: Hendra Setiawan

Pos terkait