Minyak Curah di Pasar Tradisional Belum Turun Harga, Ini Tanggapan Dekot Gorontalo

  • Whatsapp
Minyak Curah di Pasar Tradisional Belum Turun Harga, Ini Tanggapan Dekot Gorontalo
Minyak goreng curah yang dijual oleh salah satu pedagang di Pasar Sentral Kota Gorontalo. (Foto: Andi 60dtk)

60DTK, Kota Gorontalo – Harga minyak goreng curah yang dijual oleh para pedagang di pasar-pasar tradisional yang ada di wilayah Kota Gorontalo sampai saat ini belum mengalami penurunan.

Berdasarkan pantauan awak media pada Kamis (27/01/2022), harga minyak goreng curah di Pasar Rakyat Liluwo dan Pasar Sentral Kota Gorontalo rata-rata seharga Rp12.000 untuk ukuran botol kecil dan Rp28.000 botol besar.

Bacaan Lainnya

Adapun ukuran 1 kg seharga Rp20.000 dan 1/2 kg senilai Rp10.000. Jila dilihat, harga ini kurang lebih sama persis sebelum adanya kebijakan subsidi minyak goreng.

Anggota Komisi B DPRD Kota Gorontalo, Supangkat Ramadhan Nusi. (Foto: Humas DPRD Kota Gorontalo)

“Harga jual kami disesuaikan dengan harga pengambilan. Sekarang itu harganya masih mahal sekitar Rp365.000 per galon yang besar,” ungkap Olin (46), pedagang di Pasar Rakyat Liluwo.

Hal senada juga diungkapkan oleh Dula (51), pedagang di Pasar Sentral Kota Gorontalo. Menurutnya, jika pedagang menurunkan harga, mereka tidak akan mendapat untung lagi dari penjualan minyak goreng.

“Yang masyarakat tahu ini minyak goreng turun harga. Masalahnya kami membeli masih mahal, jadi harganya belum juga kita bisa turunkan,” jelasnya.

Menanggapi hal ini, Komisi B DPRD Kota Gorontalo menyarankan Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo dalam hal ini Dinas Perdagangan dan Perindustrian agar cepat tanggap terkait masalah ini.

Komisi B mengingatkan bahwa minyak goreng merupakan bagian dari kebutuhan pokok masyarakat, dan mereka harus mendapatkan minyak goreng dengan harga yang murah.

“Dinas Perdagangan dan Perindustrian harus mencari tau apa penyebab harga minyak goreng curah di pasar tradisional ini masih mahal,” pinta Anggota Komisi B, Supangkat Ramadhan Nusi.

Selain itu, Ia juga meminta Pemkot Gorontalo melakukan sosialisasi kebijakan subsidi minyak goreng ini kepada para pedagang, termasuk distributor.

“Jangan sampai kebijakan yang sudah muncul di media-media nasional ini informasinya tidak sampai di sini,” tandasnya. (adv)

 

Pewarta: Andrianto Sanga

Pos terkait