Momentum Bersih Desa Karangsono untuk Menjauhkan dari Malapetaka

60DTK, Blitar – Bersih desa telah menjadi sebuah tradisi wajib di setiap daerah dan utamanya di Desa Karangsono, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar ini masih melestarikan tradisi bersih desa sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT.

Bersih desa tersebut digelar oleh Pemdes Karangsono dengan ritual selamatan dan doa bersama secara sederhana karena masih adanya pandemi Covid-19 serta tetap mematuhi aturan protokoler kesehatan.

Sedangkan makna dari selamatan dan doa bersama itu sendiri, kata Tugas Nanggolo Yudi Dili Prasetiono biasa di sebut Bagas, selaku Kepala Desa Karangsono kepada 60DTK, ini merupakan sebagai wujud rasa syukur atas berkah yang diberikan Sang Pencipta sekaligus untuk menjauhkan desa dari malapetaka.

Baca Juga: Merasa Tanahnya Diserobot, Seorang Nenek Di Blitar Mengadu Ke Kantor Desa

“Satu tahun sekali tradisi bersih desa di Desa Karangsono ini diadakan. Sengaja kita adakan, dalam rangka nguri uri budaya dan tradisi lokal guna mengembalikan mainset warga Karangsono dan para generasi muda sebagai generasi penerus kita untuk lebih matang memahami tentang budaya dan tradisi lokal dengan semangat melestarikan budaya Desa nya.┬áKemudian mengingat masih adanya pandemi Covid-19, maka beberapa kegiatan kita kurangi dan hari ini hanya kita adakan selamatan dan doa bersama,” ungkap Bagas, usai acara selamatan yang diselenggarakan di balai desanya pada Jumat (3/7/2020) malam.

Kemudian Bagas berharap, kegiatan bersih desa ini bisa terus dilestarikan. Kata dia, Bersih desa merupakan warisan budaya yang wajib dipertahankan. Untuk itu, melalui tradisi ini, toleransi dan kerukunan warga desa bisa terus dipupuk.

“Kegiatan ini juga merupakan momentum yang tepat untuk mengingatkan masyarakat agar selalu bersyukur atas berkah yang melimpah dari Allah SWT. Semoga tahun depan syukuran ini dapat diadakan kembali,” pungkasnya.

 

 

Pewarta: Achmad Zunaidi