Nelson Buktikan Janji Politiknya Melalui Pembangunan Infrastruktur Daerah

60DTK – Kabgor – Melalui peran yang maksimal Pemerintah Kabupaten Gorontalo dalam hal ini Bupati Nelson Pomalingo terus melaksanakan pengaspalan ruas jalan ke desa terpencil dengan memerintahkan langsung dinas pekerjaan umum dan Penataan ruang (PU PR). Pekerjaan ruas jalan itu antara lain: pekerjaan Ruas Jalan Mohiyolo – Pangahu Kecamatan Asparaga; Pekerjaan ruas jalan Ulapato B – Modelidu Kecamatan Telaga Biru.

Kedua jalan ini mulai dikerjakan  dan telah memasuki tahapan penimbunan jalan dengan bahan sirtu kelas A. Pengerjaan ruas jalan ini juga menghabiskan anggaran senilai tujuh milyar. “Tahun ini juga akses jalan tersebut yang berada di kecamatan Asparaga akan mulus karena dibangun dengan konstruksi beraspal.”

“Selama ini jalan tersebut sangat sulit dilalui, karena jalan rusak berat. Namun, tetap akan kita upayakan sebagai realisasi pemerintah dan niatan politik Kita,” ungkap Bupati.

Untuk itu, penanganan juga dilakukan untuk ruas jalan Ulapato B – Modelidu Kecamatan Telaga Biru dengan kisaran Anggaran senilah 10 Milyar untuk pengerjaan jalan sepanjang 7,5 Km. Ruas jalan yang dikerjakan ini nantinya akan membuka akses desa Modelidu yang selama ini agak terisolir dan sulit dilalui kendaraan. “Medan jalan cukup berat apalagi saat hujan”.

“Insyaa Allah tahun ini akan terbuka dan dapat dilalui kendaraan roda empat, karena jalan akan dibuat konstruksi beraspal. Saat ini kedua ruas tersebut sudah dimulai pekerjaannya dan diperkirakan selesai akhir bulan Oktober 2019,” imbuh Bupati Nelson Pomalingo.

Nelson juga mengatakan, pengaspalan jalan ini  sudah sejak lama ditunggu-tunggu oleh masyarakat, jalan ini kondisinya sangat sulit dilalui kendaraan, jangankan kendaraan roda empat, roda dua saja sulit jika melewati jalan tersebut.

“ini komitmen saya, memprioritaskan, menganggarkan dana untuk ruas jalan yang selama ini masih sangat parah serta rusak berat. Ini adalah janji politik saya saat pilkada 2016. Satu persatu InsyaAllah janji ini akan dituntaskan pada tahun 2019, khususnya di bidang infrastruktur jalan,” tandasnya.

Sementara itu disisi lain, kepala dinas PU Syamsul Baharuddin mengatakan, bahwa masyarakat jika menggunakan sarana transportasi ojek harus mengeluarkan biaya sebesar 25.000 sekali jalan saja.

“Masyarakat terpaksa menggunakan sarana tersebut  karena satu-satunya alat transportasi yang ada. InsyaAllah dengan dilakukan pekerjaan jalan ini diharapkan dapat membuka akses ekonomi masyarakat dan akan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat ,” harap Syamsul.

Ia juga menambahkan, bahwa pemerintah daerah melalui Anggaran tahun 2019 Khusus penanganan jalan dianggarkan kurang lebih  50 Milyar yang bersumber dari  dana alokasi khusus (DAK)  dan dana alokasi umum ( DAU).

“Termasuk juga Ruas Jalan Molanihu Kecamatan Bongomeme, Jalan Basulapa Tabongo, Jalan Hemu Datahu Tibawa; termasuk pembangunan jalan Sirkuit di Bongohulawa Limboto,” imbuhnya. (rls)

QR Code

Comments are closed.