Akibat Pertambangan Ilegal, Bendungan di Bongo Semakin Dangkal

Akibat dangkalnya bendungan berdampak pada aliran air yang mengairi persawahan di empat Desa.

60DTK – KABGOR – Kondisi Bendungan Bongo yang terletak di Desa Binajaya, Kecamatan Tolangohula, Kabupaten Gorontalo saat ini semakin memprihatinkan. Pasalnya, dalam beberapa tahun terakhir bendungan yang menjadi sumber air persawahan di empat Desa tersebut sudah semakin dangkal.

Terkait hal ini, Kepala Desa Binajaya, Iwan R. Polumulo menjelaskan kondisi itu diakibatkan aktivitas pertambangan ilegal yang berlokasi diperbatasan Desa Binajaya dan Tamaila.

Menurutnya, sudah banyak upaya yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo bahkan Kepolisian dan TNI untuk menyelesaikan masalah tersebut. Namun, upaya itu belum memberikan dampak besar.

“Kalau tim datang ke lokasi tambang, tidak aktivitas di sana. Tapi setelah tim kembali dari sana, aktivitas tambang kembali berjalan,” jelas Iwan kepada awak media saat ditemui Senin, (1/7/2019) sore tadi.

Tidak hanya berdampak pada dangkalnya bendungan, kata Iwan, tanah dari aktivitas pertambangan ini juga menimbun saluran air bendungan Bongo dan persawahan masyarakat di Desa Binajaya, Molohu; Sukamakmur Utara dan Gandasari.

“Persawahan masyarakat di empat Desa juga sudah mulai tertimbun. Jadi bukan hanya sungainya saja,” ujar Iwan.

Ia menambahkan, khusus masyarakat Desa Tamaila, sebelumnya sudah menyerah dalam memperjuangkan selesainya masalah ini. Sebab, sudah banyak upaya yang dilakukan namun belum mendapatkan hasil sesuai harapan.

“Tapi saat mediasi terakhir beberapa bulan lalu, dari pihak kepolisian (Polres) meminta masyarakat untuk tidak jenuh memperjuangkan itu,” pungkasnya.

Reporter: Andi

Penulis: Andi

Editor: Zulkifli M.

Comments are closed.